Memasuki Musim Pancaroba Pemkab Ketapang Ajak Masyarakat Tetap Jaga Kebersihan

Delikcom, KETAPANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ketapang terus menyampaikan kepada masyarakat agar terus menjaga kebersihan diri ditengah mewabahnya Covid-19 dengan cara mencuci tangan menggunakan air mengalir dan sabun atau Hand Sanitizer, menghindari menyentuh mata, hidung dan mulut serta menghindari kontak dengan penderita demam dan batuk.

Kepala Dinas Kesehatan Ketapang, Rustami menghimbau kepada warga yang sedang mengalami batuk serta bersin untuk selalu menggunakan masker.

” Apabila sedang batuk dan bersin segera mengunjungi fasilitas kesehatan terdekat atau puskesmas apabila mengalami seperti batuk, demam dan kesulitan bernafas agar jujur menjelaskan rekam jejak serta riwayat perjalanan kepada petugas kesehatan,” kata Rustami, Jumat (10/4).

Ia melanjutkan, memasuki musim pancaroba ini menyebabkan perubahan suhu dan kelembaban udaya yang cukup ekstrem sehingga setiap orang beresiko terpapar penyakit yang biasa muncul dimusim seperti sekarang ini.

“Penyakit yang muncul selama musim pancaroba diantaranya Demam Berdarah Dengue (DBD). Terkait penanganan Covid-19 mengingat soal ancaman bahaya DBD menjelang masa Pancaroba ini masyarakat tetap harus menjaga kebersihan rumah serta menguras baik air hingga menaburkan bubuk Abate. Mari kita berantas sarang nyamuk, karena ini adalah periode-periode Pancaroba yang secara klasik akan disertai dengan munculnya kasus demam berdarah yang cukup banyak,” ajaknya.

Rustami mengajak kepada semua masyarakat harus menyadari bersama bahwa demam berdarah dan Covid-19 adalah sesuatu yang sangat rawan terjadi dan memiliki angka kematian yang cukup tinggi.

“Oleh sebab itu guna mencegah DBD kita semua perlu meningkatkan sistem kekebalan tubuh dengan menjaga pola hidup sehat dan menjaga lingkungan agar tetap selalu bersih.

Ditegaskannya, perlu kerjasama dan kepedulian masyarakat untuk tidak melakukan tindakan propokatif bahkan melakukan bully terutama kepada orang yang diduga kuat terkena virus Corona seperti memiliki riwayat bepergian ke negara terjangkit Corona atau melakukan kontak dengan pasien positif, ODP dan PDP. Dan juga tidak melakukan bully kepada tenaga kesehatan yang telah berupaya membantu kesembuhan bagi pasien yang terdampak Covid-19.

“Kami sampaikan bahwa langkah utama guna mencegah dan menghambat penyebaran Virus Corona sebagaimana himbauan dari WHO dengan mengubah penerapan Social Distancing menjadi Physical Distancing, menjauhi pusat-pusat keramaian, tidak berkeliaran diluar rumah kecuali dalam kondisi darurat dan melakukan penyemprotan disinfektan guna menghentikan atau memperlambat penyegaran virus Corona,” ungkapnya.

Pendemi ini bisa dilalui apabila seluruh elemen dapat bekerjasama dan bahu membahu secara aktif melakukan Sosialisasi dan Edukasi kepada masyarakat tentang hal-hal terkait virus Corona. (wan)