Komisi II DPRD Ketapang Pantau Covid-19 Di Pintu Trans Kalimantan

  • Whatsapp
Foto : Anggota Komisi II DPRD Ketapang sedang berdialog dengan tim posko di kecamatan, (Ist)

Delikcom, KETAPANG – Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Ketapang lakukan monitoring Posko terkait penanganan persoalan Covid-19 di tiga Kecamatan yaitu Kecamatan Simpang Hulu, Simpang Dua dan Sungai Laur.

Tiga Kecamatan yang menjadi target monitoring Komisi II lantaran merupakan pintu masuk jalur utama perbatasan Trans Kalimantan antar kabupaten maupun ibu kota provinsi ke wilayah Kabupaten Ketapang.

Monitoring dilakukan Komisi II DPRD Ketapang sebagai upaya mencegah penyebaran wabah Virus Corona (Covid-19) maksimal. Selain itu kedatangan komisi II menyerap berbagai informasi dan masukan serta keluhan terkait penanganan Covid-19 yang kemudian hasil monitoring, yang nantinya akan dibahas guna mengambil langkah cepat tanggap kunjungan selanjutnya, Kamis (16/4).

Wakil Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Ketapang Syaidianur, menyatakan bahwa tujuan kunjungan ini adalah untuk memastikan, apakah posko gugus tugas di Kecamatan telah diaktifkan dan berfungsi dalam memutuskan mata rantai pandemi covid-19.

“Selain itu kami juga perlu menghimpun informasi berkenaan dengan cara mengantisipasi penyebaran virus ini, khususnya berkenaan dengan keluar masuknya kendaraan dalam lingkup wilayah perbatasan ini.

Ia menambahkan, Komisi II juga melakukan pemantauan berkenaan dengan ketersediaan APD di masing-masing Posko atau Puskesmas sejauh mana pemerintah daerah telah mendistribusikan bantuan APD.

“Satu di antara tiga kecamatan yang menjadi titik perhatian khusus di Posko Gugus Utama Penanganan Covid-19 yaitu Kecamatan Simpang Hulu karena menjadi titik lintas wilayah,” terang Syaidianur.

Sementara itu, Thomas A. selaku Kepala Puskesmas mengaku bahwa gugus tugasnya telah melakukan SOP dalam upaya penanganan penyebaran Covid-19 di wilayahnya. Seperti pemeriksaan pengendara roda dua dan roda empat yang masuk agar dialihkan menuju Posko pemeriksaan Covid-19.

Diterangkannya, Pengendara tersebut harus diketahui tujuan akhirnya dan dimasukkan pada ruang disinfektan untuk dilakukan penyemprotan cairan yang disediakan, kemudian mengetahui suhu tubuh jika pengendara tersebut suhu tubuh 36-38 C0 akan diberikan perlakuan khusus selama di Posko.

“Dikarenakan kami tidak memiliki ruang karantina penanganan Covid-19 maka kami akan memasukkan biodata pengendara pada formulir deteksi dini Covid-19 dan melaporkan pada wilayah tujuan akhir pengendara.” ungkapnya. (Wan)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Pos terkait