Jumlah Pengunjung Sepi , Pedagang Pasar Minta Keringanan Retribusi

Delikcom, BEKASI – Sejumlah pedagang tradisional di Bekasi, Provinsi Jawa Barat mulai menjerit. Mereka mengeluh omset penjualannya mersosot semenjak pemerintah menerapkan Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB) untuk mengantisipasi penyebaran virus Corona atau covidv-19.

Merosotnya penjualan mengakibatkan sejumlah pedagang merasa kesulitan membayar retribusi setiap hari selama penerapan PSBB. Pedagang berinisial RS (45) mengaku , jumlah pembeli menurun dari kondisi normal.

“Saya mohon ada kebijakan dari Pemkot Bekasi terhadap penarikan retribusi yang di lakukan setiap harinya. Dengan kondisi seperti ini pembeli semakin berkurang,” ujar RS , Salah satu pedagang , Jumat (16/4).

Pihaknya mengaku dengan kondisi seperti ini begitu terasa kesulitan untuk membayar retribusi dengan pendapatan hanya puluhan ribu perhari.

“Kita harap ada keringanan retribusi kepada para pedagang biar kita ga susah-susah bangat,” harapnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Disperindag Kota Bekasi, Kariman mengaku, bahwa tidak ada pengurangan retribusi untuk pedagang di pasar tradisional.

“Sampai saat ini belum ada ya pengurangan retribusi ke pedagang, Karena kita ada target. Dan kita juga dengan Bapenda masih melakukan penghitungan terhadap itu,” katanya.

Namun, jika adanya kebijakan pengurangan pihaknya mengaku harus mengikuti peraturan daerah (Perda).

“Sampai sekarang kita masih normal penarikan retribusi dan tidak ada pengurangan untuk para pedagang, kita sesuaikan dengan Perda. Saya juga berharap Covid-19 ini segera berakhir,” ungkapnya. (Adi)