Perkembangan Percepatan Penanganan Covid-19 Hingga 5 Mei 2020

Delikcom, KETAPANG – Pelaksanaan Percepatan dan Penanganan covid-19 sekaligus melaporkan perkembangan pencatatan kasus konfirmasi covid-19 untuk wilayah kabupaten ketapang pada tanggal 5 mei 2020.

Kepala Dinas Kesehatan Ketapang sekaligus Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Rustami, SKM, M. Kes menyampaikan bahwa pada hari ini jam 09.00 Wib tim Dinas Kesehatan, Labkesda serta Puskesmas telah melakukan Rapid Test di Pasar Melati Kelurahan Kantor kecamatan Delta Pawan sebanyak 50 orang, dengan hasil menunjukkan Non-Reaktif.

” Tidak ada penambahan pasien dengan Konfirmasi Positif Covid-19. sehingga total pasien dengan konfirmasi positif sampai dengan hari ini berjumlah 11 orang,” jelasnya, Selasa (5/5).

Pihaknya meminta kepada masyarakat agar melaporkan diri ke Posko Covid Kabupaten Ketapang bagi pelaku perjalanan dari luar Kalbar dan bagi yang merasa pernah kontak dengan pasien Covid-19 konfirmasi. Diulang sampai dua kali.

Sementara itu untuk Pasien Dalam Pengawasan (PDP) pada hari ini ada penambahan sebanyak 4 orang. Sehingga total PDP sampai dengan hari ini berjumlah 41 orang yaitu, dengan jenis kelamin lakiā€”laki berjumlah 22 orang dan perempuan berjumlah 19 orang yang tersebar di 10 kecamatan.

antara lain :
Kecamatan Delta Pawan : 9 orang
Kecamatan Nanga Tayap : 7 orang
Kecamatan Benua Kayong : 5 orang
Kecamatan Sungai Melayu Rayak : 3 orang
Kecamatan Air Upas : 3 orang
Kecamatan Manis Mata : 4 orang
Kecamatan Muara Pawan : 1 orang
Kecamatan Marau : 1 orang
Kecamatan Sandai : 3 orang
Kecamatan Tumbang Titi : 5 orang

“Sedangkan status Orang Dalam Pemantauan (ODP) bertambah 26 orang sehingga total menjadi 1.039 orang yang tersebar di 20 kecamatan, 147 desa/kelurahan,” ungkapnya.

Rustami menambahkan, untuk Santri Temboro, Magetan yang telah terdata di Kabupaten Ketapang sebanyak 98 orang, dengan 77 orang santri telah melakukan rapid test dan 21 orang santri belum melakukan rapid test.

“Adapun hasil dari 77 orang yang telah melakukan rapid test diantaranya 2 orang reaktif dan 75 orang non-reaktif. Berdasarkan data tersebut, kami menghimbau kepada para santri Temboro Magetan yang hingga sampai saat ini belum mengunjungi tempat untuk melakukan rapid test, agar mau bekerjasama dari pihak keluarga dan para santri untuk segera datang melakukan rapid test,” pungkasnya. (Wan)