Takut Terpapar Corona, Bengkel Tolak Service Mobil Operasional Tim Gugus Tugas Covid-19

Delikcom.com, SINTANG – Kepala Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Kabupaten Sintang Kamarudin terpaksa turun tangan memperbaiki kerusakan injeksi mobil operasional Dinkes. Hal tersebut lantaran bengkel langganan Dinkes menolak untuk menangani kerusakan mobil evakuasi penanganan Covid-19 dengan alasan takut tertular Corona.

“Langganan bengkel kita tidak mau servis mobil operasional dinkes ini, takut terpapar Corona,” tutur Pria yang akrab disapa udin ditengah kesibukannya menyervice mobil tersebut pada Kamis, (4/6) di lingkungan Dinkes.

Sudah seminggu lamanya mobil yang digunakan tim evakuasi Corona tersebut rusak, sejak tanggal 26 Mei lalu.

“Untung saja rusak dan terduduknya mobil ini sudah sampai di kantor Dinkes. Terakhir kita gunakan ke Desa Kenyauk Kecamatan Sepauk untuk merapid test warga setempat pasca ada 1 warga yang terkonfirmasi Covid-19, cluster tabligh akbar Malaysia di Masjid Seri Petaling, Kuala Lumpur,” beber pria yang sempat jadi sopir oplet tersebut.

Beruntung Kamarudin punya keahlian membengkel sehingga dapat tertangani dan aman.

“Kita ambil amannya sajalah, kita service sendiri,” ujarnya.

Dedi Kosasi, tim evakuasi Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Sintang memahami apa yang menjadi kekhawatiran masyarakat dan pihaknya tidak bisa memaksa bengkel untuk melakukan service mobil oprasional yang rusak.

“Jangankan serivice mobil, kami mau tambah angin ban mobil aja ada bengkel yang menolak. Masyarakat bahkan ada yang takut melihat mobil yang ada stiker gugus covid-19,” ujarnya.

Kepala Dinas Kesehatan Harysinto Linoh heran dengan perilaku masyarakat Sintang yang takut dengan kendaraan operasional tim gugus tugas covid 19 sampai – sampai kerusakan mobil saja bengkel takut mennyervicenya, dibanding dengan keluar kepasar tanpa menggunakan masker.

“Saya heran ya mereka itu takut dengan mobil dinkes yang ada stikernya tim gugus tugas covid 19 dibanding dengan ketempat keramaian tidak menggunakan masker,” sesalnya.

Dia pun juga heran kenapa masyarakat justru takut dengan tenaga kesehatan yang menangani covid dan menjauhi perawat, tapi tidak takut dengan orang diluaran yang tidak mengenakan masker.

“Banyak tu yang dipasar tidak menggunakan masker,”ucapnya.

Sinto berharap kepada masyarakat hendaknya bijak dalam menyikapi hal ini fase new normal. Terlebih lagi, mobil operasional yang digunakan tim gugus Covid-19 sudah melalui protokol kesehatan setelah mengevakuasi pasien terkonfirmasi maupun yang rapid testnya reaktif.

“Kita punya protokolnya, mobil semprot disinfektan luar dan dalam. Tidak sembarangan. Jadi aman lah mobil oprasional dinas kesehatan itu, masyarakat gak perlu takut. Masak kita mau pompa ban saja ada yang ndak mau. Sekarang apa mau kita tiup ban mobilnya,” jelas Sinto.

Sinto berharap, dalam menghadapi new normal, masyarakat harus bijaksana dan berpikir positif. (sus)