Korban Angin Puting Beliung Di Desa Mekar Sari Butuh Bantuan

Kubu Raya – Sudah lebih dari tujuh hari Empat buah bangunan rumah warga Dusun Madani SP 3 TR 2 dan TR 10 Desa Mekar Sari, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat Porak Poranda akibat diterjang angin Puting Beliung yang disertai hujan dan petir belum mendapatkan bantuan.

Hal itu disampaikan Suryana (40) salah satu korban yang atap rumahnya hilang diterbangkan angina putting beliung yang dating tiba-tiba dan menerbangkan seluruh atap rumahnya.

“Rumah saya menjadi salah satu korban angin Puting beliung waktu itu pak, sampai hari ini belum ada bantuan kepada kami, padahal rumah kami sudah tak beratap, baju anak sekolah, peralatan serta beberapa perabotan rumah kami juga rusak dan hilang terbawa angin Putting Beliung itu,”ujar Suryana pada Sabtu, 13 Juni 2020.

Suryana berharap Pemerintah Daerah mau memberikan bantuan untuk memperbaiki rumahnya yang porak poranda, sementara menunggu perbaikan rumhnya Suryana beserta keluarga menumpang di rumah tetangga depan rumahnya yang luput dari bencana tersebut.

Sementara itu Kepala Desa Mekar Sari, Mahmudi mengaku hingga saat ini dirinya terus mengupayakan bantuan untuk warganya yang mendapat musibah yang menimpa 4 buah rumah warganya.

“Saya sudah berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah dalam hal ini Dinas Sosial dan Badan Penanganan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kubu Raya.
Namun memang hingga saat ini baru dari Dinas Sosial yang memberikan bantuan terpal dan beberap dus Mie Instan, sementara menurutnya Pihak Desa akan berupaya membantu dengan upaya dari aparat Desa dan sumbangan sukarela yang dihimpun warganya,”ujarnya.

Lebih lanjut, dia berharap bantuan dari pihak terkait untuk segera memberikan bantuan baik berupa uang atau pun bahan bangunan seperti seng, kasau dan lain karna untuk seng sendiri sudah dikalkulasikan sekitar sebanyak 180 yang di butuhkan. Mahmudi menjelaskan Pemerintah Desa Mekar Sari akan segera merehap atap rumah warga sesuai kemampuan pihak Desa.

“InsyaAllah besok untuk satu rumah akan dibelikan seng, namun yang dua buah rumah lagi kita sambil menunggu dari pihak terkait karena kondisinya butuh biaya yang cukup besar,” pungkas Mahmudi.

(Boy)