PT BPF Tidak Kooperatif, Nasabah Merasa Dirugikan

Delikcom.com, KETAPANG – Salah satu Nasabah PT Best Profit Futures (BPF) Cabang Pontianak, Sergius Hardiman warga Kecamatan Air Upas Kabupaten Ketapang merasa dirugikan oleh PT BPF lantaran investasi dengan setoran awal sebesar Rp 100 juta yang dimasukkan ke PT BPF dengan janji-janji keuntungan malah menjadi buntung karena saat ini ternyata uang investasinya sisa Rp 16 juta.

“Awalnya saya dihubungi dan ditawari agar masuk menjadi nasabah, dijelaskan soal keuntungan-keuntungan makanya saya mau ikut,” akunya, Selasa (21/7).

Hardiman mengisahkan, saat pertama masuk dirinya diwajibkan untuk membuka akun dengan syarat setoran akun sebesar Rp 100 juta untuk kemudian beberapa hari setelah memenuhi syarat dirinya mendapat akun trading untuk transaksi saham.

“Hari ini saya tekejut dapat informasi duit saya di akun yang awalnya 100 juta hanya tersisa 16 juta, saya kaget dan bingung dapat konfirmasi soal itu dari pihak BPF,” katanya.

Ia mengaku merasa dirugikan, lantaran pihak BPF melalui pialangnya baru mengkonfirmasi soal sistem pembelian sekitar pukul 11.49 WIB sedangkan pengambilan oleh sistem ternyata sudah dilakukan sekitar pukul 11.01 WIB.

“Jadi harusnya pialangnya bisa menginformasi lebih awal agar saya bisa melakukan langkah-langkah ini dikonfirmasi saat sistem sudah mengambil alih, ini konfirmasi telat belum lagi kita tidak diberikan pemegaman detail soal perhitungan resiko hanya garis besar soal transkasi dan penggunaan akun trading saja yang ada dikasi penjelasan oleh pak hendra dari pihak PT BPF saat pertama masuk,” terangnya.

Untuk itu, ia merasa dirugikan akan ketidak kooperatifnya pihak BPF dalam memberikan pemahaman kepada dirinya padahal saat sebelum masuk dirinya disuguhi dengan keuntungan-keuntungan yang didapat, terlebih uang yang disetor dirinya merupakan hasil kerja kerasnya yang ditabung.

“Apakah karena pialang-pialang di BPF yang kapasitas dan kemampuan tidak mumpuni atau apa lantaran investasi saham harusnya pialang ada perhitungan analisisnya, yang pasti sebagai nasabah kami harus diarahkan, dikasi pemahaman apalagi kayak di Ketapang nasabahnya bukan cuma saya, yang saya tahu ada 12 orang lain, jangan kami diminta daftar dengan bebagai janji manis namun setelah daftar kami terkesan dilepas,” ketusnya.

Iapun berharap, agar kejadian ini tidak terulang lagi termasuk pada para nasabah lain dan berharap pihak BPF dapat bertanggung jawab dan memberi penjelasan atas apa yang dialamainya. (wan)