43 Guru Kejuruan Ikut Pelatihan

Delikcom.com, SINTANG – Lembaga Sertifikasi Profesi Pihak Pertama (LSP-P1) SMK Negeri 1 Sintang , bekerjasama dengan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), menggelar Diklat Asesor Kompetensi Sertifikasi BSN , di Aula SMKN 1 Sintang pada Selasa,(22/9)

Kepala SMKN 1 Sintang Maria Victoria melalui Ketua Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) pihak 1 SMKN 1 Sintang Agus Pramono, mengatakan, yang mengikuti kegiatan itu sebanyak 43 orang, yang dibagi menjadi dua kelas.

“Sebab mengacu pada aturan di BNSP, bahwa untuk pelatihan asesor seperti ini prosedur atau SOP terbaru maksimal per kelas 24 orang, minimalnya 20 orang,” ungkapnya.

Menurut Agus, pihaknya baru memiliki 8 asesor sehingga dirasa masih kurang,sebab itu pihaknya menggagas untuk gelar acara tersebut.sesuai dengan Lisensi yang dimiliki LSP-P1 SMKN 1 Sintang yakni ada 2 skema Teknik Kendaraan Ringan Dan Teknik Instalasi Tenaga Listrik,dan direncanakan bakal nambah menjadi 12 jurusan.

“Kami baru memiliki Lisensi dua skema Teknik Kendaraan Ringan Dan Teknik Instalasi Tenaga Listrik,dan direncanakan bakal nambah menjadi 12 jurusan,” ungkapnya.

Agus mengatakan, giat yang digelar selama 5 hari tersebut ada Empat master asesor BNSP yang akan mengajar dan menguji para peserta di dua kelas.

“Contohnya, Kelas A, dua orang master asesor mengajar. Begitu pun kelas B, dua orang. Kemudian pada saat ujian, para master asesor ini disilang, yang menguji di kelas A dipindah ke kelas B, begitupun sebaliknya. Sehingga nanti semua proses pelatihan menjadi kewenangan BNSP, dalam hal ini master asesor,” ujarnya.

“Setelah mereka mengikuti kegiatan ini akan dilihat, jika mereka sudah memiliki sertifikat kompetensi minimal level IV, maka guru itu bisa menguji. Tetapi jika hanya memiliki seritifikat metodologi, belum mempunyai kewenangan untuk menguji. Kemudian pada saat menguji itu harus mempunyai payung, yakni LSP,” ujarnya.

Giat tersebut lebih kepada meningkatkan kualitas tenaga pendidik kejuruan dengan menghasilkan lulusan yang kompeten siap kerja,Sehubungan dengan pasar bebas di wilayah Asia Tenggara yang dikenal dengan ASEAN Economic Community (AEC) atau yang lebih dikenal oleh masyarakat Indonesia dengan istilah Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) maka bagi yang lulus sertifikasi ,dari BSN sertifikatnya bakal berlaku di seluruh asia dan memudahkan untuk akses ke berbagai daerah yang membutuhkan tenaga kerja.

Kepala Bidang Pembinaan SMK Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalbar Uray Muhani pihaknya menyambut baik dan mengapresiasi giat yang digelar LSP-P1 SMKN Sintang tersebut.

“Saya rasa sangat baik ya kegiatan ini di gelar ,kami dari Disdik Kalbar sangat mengapresiasi,”ucap wanita berhijab ini.

Sebenarnya sederhana saja, untuk melahirkan dan meningkatkan kualitas guru yang kompeten dan profesional agar dapat menghasilkan lulusan terbaik.

“Sebenarnya kegiatan ini untuk meningkatkan kualitas guru kejuruan dengan menghasilkan lulusan yang kompeten dan siap kerja. Jadi ending-nya, gurunya kompeten dulu, setelah itu siswanya diajak berkompeten. Jika sudah kompeten, siswa diharapkan bisa bekerja, baik membuka lapangan pekerjaan sendiri, atau bekerja di dunia industri,” ujarnya.

Sementara itu Sekcam Sungai Tebelian Karjito pihaknya sebagai pemerintah daerah kabupaten Sintang menyambut baik giat tersebut,pada pendidik khususnya di SMKN 1 Sintang ,ini merupakan kesempatan pertama yang dilakukan di Sintang ,yang perdana dilakukan di SMK tersebut yang terletak di Desa Balai Agung Kecamatan Sungai Tebelian.

“Ini merupakan pembelajaran untuk menguji kompetensi para pendidik,diuji dari master asesor BNSP jakarta ,kami harapkan dengan memiliki asesor peserta didik di SMKN I Sintang ini dapat menelurkan lulusan yang kompetensi ,”pungkasnya.(sus)