Bupati Ketapang Buka Lokakarya Rencana Pembangunan Food Estate

  • Whatsapp
Bupati Ketapang, Martin Rantan membuka secara resmi lokakarya rencana pembangunan food estate yang berlangsung di ruang rapat utama kantor Bupati Ketapang

Delikcom.com, KETAPANG – Bertempat di ruang rapat utama Kantor Bupati Ketapang, Martin Rantan, S.H.,M.Sos secara resmi membuka rencana pembangunan food estate di Areal Teluk Keluang Dusun Panca Bhakti, Desa Pesaguan Kanan Kecamatan Matan Hilir Selatan (MHS), Selasa (9/2/21).

Dalam sambutannya Bupati Ketapang Martin Rantan, S.H.,M.Sos, mengatakan bahwa lokakarya ini dimaksudkan untuk menyempurnakan usulan Kabupaten Ketapang dalam rencana pembangunan Food Estate ini ke Kementrian Pertanian di Jakarta namun terlebih dahulu ada rekomendasi dari Gubernur Kalimantan Barat.

Bacaan Lainnya

Menurut Beliau, Pemerintah Kabupaten Ketapang telah melakukan pendekatan dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, dan Gubernur mendukung tentang Program tersebut.

Dasar pemikiran ini menunrut Bupati adalah Undang-Undang terkait Peraturan Pangan dan Peraturan Menteri Pertanian dan kehutanan tentang lingkungan hidup sebagai inovasi untuk mengatasi dampak dari masalah Pandemi COVID-19, yang sangat berpengaruh dan menjadi ancaman bagi masyarakat utamanya dari segi ekonomi. Diperkuat dengan instruksi presiden RI agar kepala Daearah mengadakan pembangunnan food estate di daerahnya.

“Presiden telah mengintruksikan kepada para kepala Daerah tentang Pembangunan Food Estate. Soal dukungan dari peovinsi dan masyarakat Kabupaten Ketapang tidak menjadi masalah, tetapi yang manjadi masalah bagaimana lahan ini ada legalitasnya,” Kata Bupati.

Bupati melanjutkan, bahwa menurutnya ada sekitar 13.000 hektar lahan yang masuk dalam kawasan hutan produksi dan kawasan konservasi. Pembangunan food estate tidak hanya pada satu area, tapi ada blok-bloknya.

“Usaha ini akan dipegang oleh suatu perusahaan, setelah adanya legalitasnya dari Kementrian Pertanian Republik Indonesia.” Ujar Bupati.

Bupati menyampaikan, manfaat pembangunan Food Estate selain untuk mencukupi kesediaan pangan masyarakat, dapat juga menyerap tenaga kerja dan juga meningkatkan PAD Ketapang.

“Selain itu, keutungan bagi pemerintah Kabupaten Ketapang adalah PAD (bca : peningkatan Pendapatan Asli Derah). Selama ini kita bergantung pada DAK dan DAU.” Ujar Bupati.

Pada akhir sambutannya, Bupati dengan tegas memerintahkan kepada camat dan Kadis, khususnya Kecamatan Matan Hilir Selatan untuk mesosialisasikan kepada warganya, agar mendukung terwujudnya Food Estate, tidak boleh ada klaim sepihak dari warga atas kepemilikan tanah-tanah yang ada di sana sebab milik negara.

“Agar masyarakat tidak mematok tanah atau lahan yang manjadi rencana area Food Estate, sebab lahan tersebut adalah aset negara atau tanah Negara” tegas Bupati.

Sementara, Ketua DPRD Kabupaten Ketapang M. Febriadi, S.Sos.,M.Si, menyatakan sangat mendukung program Food Estate, dimana program ini merupakan konsep pengembangan pangan yang dilakukan secara terintegrasi mencangkup pertanian, perkebunan bahkan perternakan pada satu kawasan.

Lokakarya juga dihadiri Ketua DPRD Kab Ketapang M. Febriadi, S.Sos.,M.Si, Kapolres Ketapang AKBP Wuryantono, S.I.K.,M.H. , Dandim 1203/Ktp Letkol Kav Suntara Wisnu Budi Hidayanta, SH.M.SC, Danlanal Ketapang Letkol Laut (P) Abdul Rajab Bodro M.Tr. Han,. Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Ketapang, Dharmabella Tymbaz, SH.,MH, sejumlah pejabat Pemkab Ketapang Forkopinda Kabupaten Ketapang, Dinas Pertanian, Perkebunan Provinsi Kalimantan Barat, Para Kadis, Camat dan Kepala Desa Kecamatan MHS.

Hadir juga di acara tersebut para pemerhati lingkungan, tokoh masyarakat dan pihak perusahaan. (Wan)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Pos terkait