dr Khairul Bahri Tambunan : Percepatan Penanggulangan Covid-19 Yang Paling Utama Kesadaran Diri Sendiri

  • Whatsapp
Dr Khairul Bahri Tambunan

Delikcom.com, Ketapang – Pandemi Covid-19 masih melanda dunia termasuk negeri Indonesia. Fenomena yang terjadi selalu bernuansa berbeda, ada yang percaya, ada yang tidak percaya, ada yang ragu bahkan ada yang tidak mau tahu, itulah keadaan di masyarakat. Pandemi Covid-19 ini memang terasa berat sehingga segala sesuatu aktifitas dibatasi dan diatur. Keadaaan itu membuat manusia kadang ada yang bisa menerima bahkan menolak.

Dokter Khairul Bahri Tambunan mempunyai prinsip bahwa dirinya tidak ambil pusing dalam menyikapi fenomena yang terjadi dengan belum terputusnya penyebaran virus Corona seperti sekarang ini.

Bacaan Lainnya

” Menurut saya Jangan diambil ‘pusing’ ada atau tidak nya Covid-19. Karena yang dipikirkan bagaimana kita menjaga Imunitas kita agar kuat. Biarkan para pakar ahli Kesehatan yang bekerja di bidangnya bersama lintas sektor yang tergabung kedalam Gugus Tugas, sedangkan masyarakat mendukung dengan melalui pribadinya masing – masing untuk menjalankan Protokol Kesehatan yang ketat” kata dr khairul yang juga sebagai Kepala Puskesmas Marau, Sabtu (24/4/21).

Dr Khairul menambahkan, penyebaran Pandemi Covid-19 ini sulit untuk dihilangkan tanpa adanya dukungan yang baik dari masyarakat terhadap instansi terkait serta sektoral.

” Tanpa kerjasama dan dukungan yang baik dari seluruh Masyarakat dengan Instansi kesehatan serta sektoral maka sulit untuk melakukan atau menghilangkan Pandemi ini. Pemerintah sudah melakukan keputusan atau aturan yang berlaku, bahkan Vaksin Covid-19 telah diberikan ke masyarakat agar upaya kekebalan tubuh terbentuk bahkan menjadikan itu sebagai Herd IMMUNITY kekebalan secara berkelompok, akan tetapi jangan merasa yang sudah mendapatkan vaksin akan bebas dan tidak lagi menjalankan Protokol kesehatan, namun tetap melakukan PROKES tersebut,” imbuhnya.

Lebih lanjut dijelaskannya, kunci utama pemutusan penyebaran virus Corona sebenarnya adalah kembali ke kesadaran diri kita sendiri dengan tetap melakukan aturan prokes kesehatan sesuai yang dianjurkan oleh pemerintah. Tanpa vaksin sebenarnya kunci utama adalah Kesadaran diri sendiri melakukan cuci tangan dengan air mengalir serta menggunakan sabun. Memakai masker, menjaga Jarak , Hindari kerumunan serta kurangi aktifitas yang tidak terlalu penting. Tetapi adanya vaksin Covid-19 ini menambah dukungan kekebalan bagi manusia untuk melawan Covid 19.

” Ada yang merasa bahwa sudah divaksin tapi kenapa bisa terpapar Covid-19. Seperti yang saya sudah katakan, vaksin bukanlah satu satunya pencegah atau mengatasi masalah penyakit Covid-19 karena banyak faktor yang harus dijalankan untuk pencegahan pengendaliannya seperti yang saya katakan tadi. Namun begitu bila masyarakat yang sudah divaksin masih terpapar Covid-19 harapannya adalah hanya bergejala ringan dan tidak menimbulkan gejala yang berat hingga sampai kematian,” tambahnya.

Dr Khairul Bahri berharap, masyarakat jangan takut untuk di vaksin yang tujuannya adalah pembentukan kekebalan tubuh kemudian penyempurnaan kekebalan tubuh.

” Untuk itu masyarakat Jangan Takut di Vaksin. Vaksin yang diterima masyarakat ada penyuntikan dua tahap. Tahap pertama adalah awal untuk masukkan vaksin dan diharapkan satu Minggu kedepan sudah dalam pembentukan kekebalan tubuh. Selanjutnya 14 hari kemudian dilakukan penyuntikan lanjutan vaksin Covid-19 guna penyempurnaan kekebalan tubuh yang terbentuk diharapkan dalam 28 hari, maka disinilah kekebalan Tubuh tersebut akan melawan bila ada paparan virus,” terang dr Khairul.

Selain itu dr Khairul juga menerangkan adanya perbedaan pemberian vaksin terhadap Lansia yang jarak tahapannya selama 28 hari.

” Sedangkan untuk Lansia ada perbedaan pemberian vaksin Tahap pertama ke Tahap kedua dengan berjarak 28 hari dan terbentuknya kekebalan tubuh hari ke 56 bagi Lansia. Yang Patut diingat adalah apabila masyarakat sudah mendapatkan Vaksin suntikan pertama maka tuntaskan dapatkan suntikan ke 2, sebab apabila tidak dilakukan vaksin lengkap dikhawatirkan akan bisa memicu Mutasi virus Covid-19. Jadi Masyarakat harus Perduli akan dirinya sendiri serta orang terdekat nya dan Lingkungan sekitarnya. Mulai saat ini AYUK KITA SEMUA DIVAKSIN, JANGAN TAKUT VAKSIN DAN JANGAN LUPA PROKES DI PERKETAT. Salam sehat dan Tetap Sehat,” tutupnya. (wan)

Happy
Happy
100 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
(Visited 1 times, 1 visits today)

Pos terkait