Jemaah Sholat Idul Fitri Padati Masjid Nurul Huda Yang Dalam Proses Pembangunan

  • Whatsapp
Jemaah salat id warga Kendawangan di masjid Nurul Huda

Delikcom.com, KENDAWANGAN – Mesti dalam tahap peroses pembangunan, masjid Nurul Huda Desa Mekar Utama Kecamatan Kendawangan dipadati jemaah Sholat Idhul Fitri 1442 Hijriah, sholat Ied yang digelar didalam masjid yang tengah dibangun ini sudah memasuki tahun ke 2. Pelaksanaan sholat ied tetap mengikuti aturan protokol kesehatan.

Menurut Amanu Panitia Pembangunan Masjid Nurul Huda yang sekaligus Panitia Sholat Ied mengatakan ” untuk penerimaan Zakat fitrah dan infaq pada Idhul Fitri 1442 Hijriah tahun ini sebanyak 737 kg beras dan uang sejumlah Rp 3.540.000 serta sudah dibagikan kepada mustahiq atau yang berhak menerima zakat, sementara itu untuk penerimaan infaq sejumlah Rp. 4.940.000 untuk kas pembangunan masjid,” jelas Amanu, Kamis (13/5).

Bacaan Lainnya

Ditambahkannya untuk imam sholat Id tahun ini adalah Ustadz Nur Istad dan Khotib Cecep Rohman serta Bilal Syarif Umar.

Dalam khotbahnya Cecep mengajak umat untuk lebih peka terhadap permasalahan sosial apalagi setelah kita ditempa dengan puasa ramadhan sebulan lamanya, ada sebuah kisah dimana Rasulullah pernah melaksanakan sholat Id lebih siang daripada biasanya bukan karena lupa atau ketiduran lepas sholat subuh lantaran menjelang keberangkatan sholat Id mendapatkan seorang anak kecil lagi murung menyendiri dengan tubuh kotor dan dekil tidak terurus lantas Beliau (Rasulullah SAW) menghampiri anak tersebut dan bertanya mengapa engkau bersedih hati nak ? disaat anak seusiamu sedang bergembira menyambut hari kemenangan, dimana rumahmu nak ? tanya Rasul, dengan mata nanar dan nada sedih anak itu menjawab “aku tidak punya rumah dan ayahku sudah lama meninggal sementara ibuku telah menikah lagi dan tidak menghiraukan aku lagi” lirihnya, mendengar pengakuan anak kecil itu spontan Rasulullah tak terbendung air matanya lantas Beliau bertanya maukah kau jadikan Aku sebagai Ayahmu ? dan Aisyah sebagai Ibumu sedang Fatimah dan Ali sebagai bibi dan pamanmu ? sang anakpun langsung mengatakan mau, selanjutnya Rasulullah berbalik arah menuju rumahnya dengan membawa anak kecil itu dan sesampai dirumah anak itu dimandikan Aisyah dan dipakaikan baju baru, lantas anak itu keluar rumah Rasulullah sambil kegirangan dan berteriak ” wahai kawan kawan ketahuilah bahwa akulah anak yang paling berbahagia pada hari ini karena Muhammad dan Aisyah menjadikan aku sebagai anaknya sedang Fatimah dan Ali sebagai bibi dan pamanku ” girangnya.

Dilanjutkan Cecep kalau seorang anak kecil saja bisa menghentikan langkah Rasulullah bagaimana dengan kita yang melihat dan mendengar puluhan bahkan ratusan anak yang terlantar butuh perhatian dan kasih sayang, apakah kita masih tega membiarkanya ? untuk itu kita digembleng di bulan Ramadhan untuk lebih peka pada kehidupan di sekeliling kita, dihari yang baik dan bulan baik ini mari kita ketuk kepedulian kita, serta kita sebagai manusia biasa yang banyak khilaf dan dosa mengucapkan Minal Aidzin Wal Faidzin Mohon Maaf Lahir dan Batin, tutupnya.

( Fendi’s)

Happy
Happy
100 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Pos terkait