Diduga Gelapkan Dana SHK Sebesar 5,7 M, Pengurus Koperasi Tiga Bersaudara Dipolisikan

  • Whatsapp
Foto Ilustrasi

Delikcom.com, Ketapang – Dugaan penggelapan uang Sisa Hasil Kebun (SHK) sebesar 5,7 Milyar Rupiah untuk 700 anggota oleh Koperasi Tiga Bersaudara yang bermitra dengan PT Mandiri Kapital Jaya (Group Plasma Arrtu Plantation) dilaporkan ke Polres Ketapang.

Saat dikonfirmasi, Kapolres Ketapang, AKBP Yani Permana melalui Kasat Reskrim Polres Ketapang, AKP Primastya Dryan Maestro membenarkan adanya laporan terhadap Koperasi Tiga Bersaudara.

Bacaan Lainnya

“Pelapornya atas nama Yusuf Hadi, saat ini laporan sudah kita proses dan sementara sudah ada 5 saksi dari pihak perusahaan yang kita periksa,” akunya, Minggu (5/9).

Primas mengaku kalau pihaknya masih mendalami laporan ini dan akan melakukan penyelidikan lebih lanjut.

“Selanjutnya kami akan lakukan pemanggilan terhadap pengurus koperasinya,” tegasnya.

Sementara itu, saat dikonfirmasi, Yusuf Hadi mengaku kalau pihaknya sengaja melaporkan pengurus Koperasi Tiga Bersaudara lantaran tidak adanya keterbukaan terkait pembayaran SHK. Diakuinya kalau Ketua Koperasi yakni Aheng tidak pernah merapatkan persoalan SHK termasuk bagaimana mekanise pembagiannya.

“Informasi dari perusahaan kalau SHK tahun 2013 sampai 2019 sudah diserahkan ke koperasi yang mana berdasarkan data perorang mendapat sekitar 8 juta,” katanya.

Namun, sampai saat ini tidak ada kepastian soal penyaluran SHK tersebut bahkan diakuinya Koperasi Tiga Bersaudara tidak pernah melakukan Rapat Anggota Tahunan (RAT).

“Sudah empat tahun tidak pernah RAT,” ketusnya.

Ditambahkannya, sebagai tokoh masyarakat sekaligus anggota koperasi dirinya minta ketua koperasi saudara Aheng untuk transparansi untuk menunjukan bukti transfer dana SHK dari PT MKJ ke rekening koperasi Tiga Bersaudara.

” Kami minta bukti transfer dana SHK dari PT MKJ ke rekening koperasi Tiga Bersaudara biar semua anggota tau kemana arah dana tersebut. Ironisnya ketika kita menanyakan bukti transfer tersebut Kepala Desa Pantai Ketikal saudara Ahen membela dengan menyatakan apa urusannya meminta bukti tersebut. Saya sebagai petani dan orang yang menyerahkan lahan kepada pihak perusahaan wajar kalau kami mempertanyakan. Jadi ada apa dengan Kades Pantai Ketikal yang turut membela koperasi Tiga Bersaudara, ini patut kita curigai,” tegasnya.

Sementara itu, saat dikonfirmasi, Koordinator CSR dan Plasma Arrtu Plantation Budi Arman mengaku kalau PT. Mandiri Kapital Jaya sudah membayar SHK untuk Tahun 2013-2019 sebesar 5,7 Miliar melalui transfer ke rekening Koperasi Tiga Bersaudara.

“Pembayarannya sudah dilakukan dengan menstransfer ke rekening koperasi,” akunya.

Budi menjelaskan, terkait luasan hektar yang menjadi Plasma, dirinya menyebutkan, bahwa sesuai dengan data yang telah disepakati berjumlah 650 Ha.

“Sesuai yang sudah di tandatangani oleh Bupati Ketapang, Kadistanakbun, Camat Singkup dan Kendawangan serta Kepala Desa Pantai Ketikal, Tanah Hitam, Bangkal Serai dan Pengurus Koperasi bahwa penetapan Plasma 20 persen dari luasan tertanam adalah 650 Ha,” katanya.

Sementara itu, saat dihubungi awak media, Ketua Koperasi Tiga Bersaudara, Aheng tidak merespon.

(wan)

Happy
Happy
17 %
Sad
Sad
33 %
Excited
Excited
17 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
17 %
Surprise
Surprise
17 %
(Visited 800 times, 1 visits today)

Pos terkait