Usulkan Pembangun, Kades Suak Burung Jalin Kerjasama Dengan Pihak Perusahaan

Kades Suak Burung bersama muspika Manis Mata, pihak perusahaan dan tokoh masyarakat, tokoh adat

Delikcom.com, Manis Mata – Tindak lanjut untuk membuat kesepakatan pelaksanaan bantuan pembangunan di Desa Suak Burung Kecamatan Manis Mata kabupaten Ketapang melalui Coorporate Social Responsibility (CSR) dari beberapa perusahaan yang beraktivitas diwilayah Desa Suak Burung, Kepala Desa Suak Burung menggelar pertemuan yang berlangsung di aula kantor desa Suak Burung, Rabu (8/9/21) yang lalu.

Hadir dalam pertemuan tersebut antara lain Kades Suak Burung beserta perangkatnya, Muspika Manis Mata, perwakilan PT Harapan Hibrida Kalbar Sungai Jelai Estate (HHK SJE) USTP Group diwakili Aditya Kusuma dan PT Maya Agro Investama Pulai Laman Estate (MAI PLNE) dan PT Harapan Sawit Lestari (HSL) Cargill Group diwakili Silva Paulina, tokoh masyarakat, tokoh adat dan undangan lainnya. Dimasa pandemi seperti sekarang pertemuan tetap menggunakan protokol Kesehatan.

Kades Suak Burung, Bidardi memberikan apresiasi kepada pihak perusahaan yang sudah membantu pembangunan di Desa Suak Burung dan berkomitmen akan melakukan perjanjian dalam sebuah MOU untuk pembangunan Desa Suak Burung kedepannya.

” Atas nama masyarakat Desa Suak Burung mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya dan mengapresiasi PT HHK SJE, USTP Group dan PT MAI PLNE serta PT HSL KME Cargill Group yang membantu pembangunan di Desa Suak Burung melalui CSR dan bersedia membuat perjanjian kesepakatan kerjasama,” kata Bidardi, Sabtu (11/9/21).

Ditambahkannya, pemerintahan Desa akan mengusulkan pembangunan yang akan dilakukan yaitu pemeliharaan jalan poros Desa Suak Burung setiap tahunnya mulai tahun 2022 tahun depan sepanjang 7 Kilometer.

” Selain itu sesuai perencanaan melalui CSR kedua perusahaan kita juga mohon bantuan pembangunan gorong-gorong beton yang terletak di Lubuk Batu Dusun Suak Burung dan membangun jembatan rangka baja sepanjang kurang lebih 25 meter yang terletak didusun Pakit juga tak kalah pentingnya mengenai pemberdayaan masyarakat,” paparnya.

Lebih lanjut Bidardi menerangkan, penandatanganan kesepakatan perjanjian kerjasama antara pemerintahan Desa Suak Burung dengan PT HHK SJE USTP Group, PT HSL KME  dan PT MAI PLNE Cargill Group akan dilaksanakan pada bulan Oktober mendatang.

Sementara itu, Manager Community Development (CD) PT HHK-SJE, Aditya Kusumah didalam pertemuan sebelumnya menyampaikan dukungan dan apresiasinya terhadap usulan yang disampaikan.

” Kami sangat mendukung dan mengapresiasi apa yang sudah diusulkan apalagi mengenai insfrstruktur karena insfrstruktur merupakan akses desa yang mendukung perekonomian masyarakat. Dan mengenai pemberdayaan masyarakat memang CSR di perusahaan kami itu merupakan yang prioritas, contoh yang sudah berjalan kelompok Desa di Suak Burung ini yaitu memperdayakan pertanian seperti sayur mayur, jagung minimal sesuatu yang bisa dikonsumsi oleh diri kita sendiri,” ujar Aditya.

Dirinya berharap program ini mendapatkan dukungan dari semua pihak. Mudah-mudahan dengan dukungan ini masyarakat kita semakin kuat, semakin tangguh dan jangan hanya masyarakat kita selalu ketergantungan terhadap sawit saja.

Hal yang sama juga disampaikan perwakilan dari PT Cargill Group One Kalimantan, Silva Paulina yang menyampaikan dukungannya terhadap usulan yang disampaikan lebih khusus terkait pemberdayaan masyarakat.

” Salah satu faktor yang ditakutkan adalah ketika kita sudah mengucurkan biaya untuk program pemberdayaan ini dilakukan akhirnya berhenti ditengah jalan. Seperti salah satu contoh yang pernah kita lakukan dibeberapa desa di kecamatan Manis Mata khususnya diwilayah dekat dengan dengan perusahaan kita sudah memberikan bibit ikan kepada warga yang sudah ada kolam ikannya. Namun sampai sekarang belum pernah panen-panen. Jadi intinya program pemberdayaan apa yang cocok dan menjadi hobi masyarakat supaya kita support jadi ndak hilang ditengah jalan hilang,” cetus Silva.

Ditambahkannya, maunya perusahaan apa yang sudah diberikan bantuan terhadap program pemberdayaan masyarakat terus berkelanjutan.

” Kita berharap program pemberdayaan masyarakat yang sudah kita kucurkan bantuan berjalan terus menerus dan selalu ada sehingga kehidupan kita tidak hanya tergantung kepada penghasilan dari perkebunan sawit. Apalagi di beberapa lokasi sudah dilakukan replanting,” harapnya.

Terkait masalah usulan pembangunan desa, Silva meminta kepada pihak pemerintahan Desa untuk membuat rincian anggaran sesuai item yang akan digunakan untuk pembangunan.

” Apabila ada keperluan pembangunan yang perlu bantuan pihak perusahaan maka diharapkan pihak pemerintahan Desa menyampaikan secara tertulis dan jelas anggarannya seperti apa biar pihak management bisa memahaminya dengan mudah,” ungkapnya.

(wan)

(Visited 745 times, 1 visits today)

Pos terkait