IPTU Fanni Athar Tegaskan Informasi Pembunuhan Di Sandai Tidak Benar

  • Whatsapp

Delikcom.com, Sandai – Beredarnya info di media sosial yang mengatakan adanya kasus pembunuhan di Terap samping Alfamart kecamatan Sandai dengan tegas Kapolsek Sandai Polres Ketapang, IPTU Fanni Athar Hidayat menyatakan bahwa itu tidak benar atau hoax.

Saat dikonfirmasi Kapolsek menjelaskan bahwa kejadian yang sesungguhnya adalah kasus penganiayaan yang terjadi di Desa Muara Jekak kecamatan Sandai Kabupaten Ketapang.

Bacaan Lainnya

“Pada hari Selasa tanggal 05 Oktober 2021, terjadi penganiayaan yang dilakukan tersangka terhadap korban dirumah kontrakan korban di Desa Muara Jekak Kecamatan Sandai Ketapang, bermula dari kesalah pahaman dan pertengkaran melalui HP yang membuat tersangka emosi dan datang menyerang ke rumah korban,” jelas Kapolsek Sandai, Rabu (6/10).

IPTU Athar menambahkan, Korban yang pada saat itu sedang berada dilantai dua, didatangi pelaku yang langsung naik ke atas rumah tersebut sambil memegang sebilah pisau pemotong daging yang sudah dipersiapkan sebelumnya.

” Sambil memaki korban, pelaku menganiaya korban dengan tangan kosong sebab pisau telah dibuangnya terlebih dulu dilantai. Pelaku menjambak rambut korban, mencakar dan memukul wajah korban dan menendang bagian dada korban sebanyak dua kali, sehingga korban mengalami rasa sakit pada luka lecet dan lebam dan telah dibuatkan VER di Puskesmas Sandai,” paparnya.

Lebih lanjut IPTU Athar mengatakan, dikarenakan antara korban dan pelaku adalah kerabat dekat, korban mencabut pengaduannya, dan kedua belah pihak saling memaafkan serta menyelesaikan secara kekeluargaan.

Kapolsek berharap kepada seluruh masyarakat Kedepannya apabila ada informasi apapun mohon di cek dulu kebenarannya dan jangan asal memberikan informasi yang belum tentu kebenarannya.

” Orang yg menyebarkan hoax bisa kena , UU no 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU no 11 th 2008 ttg UU ITE yaitu (1) Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum melakukan intersepsi atau penyadapan atas Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik dalam suatu Komputer dan/atau Sistem Elektronik tertentu milik Orang lain. Pasal ini bisa ditambahkan dengan UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum dan Pidana. Pasal 14 dan 15 UU tersebut mengatur tentang pelaku penyebaran berita bohong yang menimbulkan keonaran,

(1) Setiap Orang dengan sengaja menyebarluaskan informasi atau pemberitahuan bohong yang menimbulkan keonaran di masyarakat yang dilakukan melalui sarana Informasi Elektronik, Informasi Elektronik, dan/atau dokumen elektronik dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 10.000.000.000,00 (sepuluh milyar rupiah).

(2) Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarluaskan informasi elektronik yang berisi pemberitahuan yang tidak pasti atau yang berkelebihan atau yang tidak lengkap, sedangkan ia patut menyangka bahwa hal itu dapat menimbulkan keonaran di masyarakat, yang dilakukan melalui sarana Informasi Elektronik, Informasi Elektronik, dan/atau Dokumen Elektronik di pidana dengan pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 4.000.000.000,00 (empat milyar rupiah),” pungkas Kapolsek Sandai.

(wan)

Happy
Happy
100 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
(Visited 289 times, 1 visits today)

Pos terkait