Dilaporkan Sejak Tahun 2018, Kasus Kopbun Usaha Bersama Belum Tuntas

H Asmuni (H Lakok)

Delikcom.com, KETAPANG – Salah satu korban dugaan penggelapan dana koperasi perkebunan kelapa sawit di Kecamatan Kendawangan, H Asmuni atau H Lakok meminta aparat kepolisian menuntaskan kasus dugaan penggelapan tersebut. Pasalnya, kasus yang sudah bergulir sejak tahun 2018 itu hingga kini belum tuntas. Padahal polisi sudah menetapkan tersangka dalam perkara itu.

Dugaan penggelapan dana hasil kebun plasma itu terjadi di Koperasi Perkebunan Usaha Bersama di Desa Mekar Utama, Kecamatan Kendawangan Kabupaten Ketapang. Kasus tersebut dilaporkan ke Polres Ketapang pada tahun 2018. Bahkan, sempat dilaporkan ke Polda Kalbar. Namun, diarahkan kembali ke Polres Ketapang.

H Lakok mengatakan, kasus tersebut bermula saat dirinya membeli lahan plasma seluas 16 hektare kepada warga di tahun 2008. Plasma tersebut masuk dalam Kopbun Usaha Bersama di Desa Mekar Utama, Kecamatan Kendawangan. Namun, seiring berjalannya waktu dia tidak pernah menerima hasil dari kebun plasma itu.

Baru di tahun 2018, pengurus koperasi menyerahkan hasil kebun kepada dirinya. Namun, jumlahnya hanya Rp10 juta. Padahal menurutnya, jika mengacu kepada penghasilan dari tahap 1 hingga tahap 17, dana yang seharusnya diterimanya adalah Rp178 juta.

“Alasan mereka hanya memberikan uang Rp10 juta kepada saya karena saya baru masuk SK Bupati di tahun 2018,” katanya, kemarin (30/11).

Saharusnya, lanjut H Lakok, dia menerima hasil dari kebun sawit miliknya itu sejak tahun 2008 atau sejak pencairan tahap 1. Akan tetapi, pihak koperasi hanya ingin menyerahkan hasil kebun di tahap 17 saja. “Jadi dari tahap 1 sampai tahap 16 itu hasil kebun milik saya kemana? Makanya saya melaporkan kasus ini ke polisi, karena saya menduga mereka menggelapkan uang hasil kebun,” jelasnya.

Dia membawa kasus ini ke ranah hukum. Di tahun 2018, dia melaporkan kasus ini ke Polres Ketapang. Bahkan, di tahun itu juga polisi menetapkan Ketua Kopbun Usaha Bersama sebagai tersangka. Bahkan, dirinya sempat membawa kasus ini ke Polda Kalbar.

“Tapi sejak ditetapkan sebagai tersangka sampai saat ini, ketua koperasi tidak pernah di tahan. Sampai saat ini kasusnya juga belum jelas sampai di tahap mana,” ungkapnya.

Oleh karena itu, dia meminta kepada Kapolres Ketapang untuk menuntaskan kasus ini.

“Kita berharap, kasus ini bisa diselesaikan, karena saya yakin Kapolres Ketapang bisa menyelesaikan kasus ini. Saya memperjuangkan kasus ini bukan hanya untuk saya sendiri, tapi juga masyarakat lain yang tidak mendapatkan haknya,” harapnya.

Kasat Reskrim Polres Ketapang, AKP Primastya, mengatakan kasus tersebut masih terus berlanjut. Pihaknya juga sudah menetapkan tersangka pada kasus tersebut.

“Saat ini pihaknya sedang melengkapi keterangan dari para saksi,” kata Primas.

(wan)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
(Visited 570 times, 1 visits today)

Pos terkait