SN Berbohong Kena Jambret, Modus Mau Bayar Hutang Koperasi

SN yang membuat rekayasa penjambretan mengakui kesalahannya dan meminta maaf. Foto : Ags

Delikcom.com, KETAPANG – Kasus penjambretan dijalan Sultan Syahril gang Dara Betuah Kelurahan Mulia Baru Kecamatan Delta Pawan Kabupaten Ketapang yang sempat viral di media sosial beberapa waktu yang lalu ternyata hanya Modus yang dilakukan oleh SN (21) dengan membuat laporan bohong kepada pihak kepolisian.

SN sengaja membuat rekayasa kejadian dan laporan palsu ke Polres Ketapang terkait peristiwa penjambretan yang dilakukan oleh dua orang laki-laki yang tidak dikenal terhadap dirinya dengan menggunakan sepeda motor Honda Scoopy berwarna hitam.

Bacaan Lainnya

Berdasarkan pengakuan dari SN, bahwa hal tersebut terpaksa dilakukannya karena terlilit hutang.

“Saya akui saya salah, karena telah berbohong kepada pihak polisi dengan modus berpura-pura dijambret. Hal ini terpaksa saya lakukan karena demi membayar hutang koperasi harian dan mingguan yang telah saya pinjam,” kata SN Senin, (31/01/2022) malam.

Dijelaskannya, bahwa sebelumnya barang-barang miliknya yang dilaporkan hilang atau dijambret yang menjadi barang bukti penyelidikan polisi berupa uang tunai senilai Rp. 23 juta dan satu unit Handphone Apple merk I Phone 11 termasuk tiga luka sayatan pisau di lengan bagian kanannya semua hanya rekayasa.

“Uang tersebut milik pacar saya, yang sengaja disimpan di ATM BCA milik saya, namun uang tersebut bisa saya pakai untuk keperluan saya apa bila mendesak. Jadi semua hanya rekayasa saya saja termasuk luka ditangan saya ini, saya sendiri yang melukai menggunakan pisau cutter,” akunya.

Atas kejadian tersebut korban meminta maaf dan menyesali perbuatannya

“Saya menyesali perbuatan saya, saya minta maaf kepada masyarakat luas dan pihak Kepolisian Polres Ketapang atas kasus rekayasa ini, hal ini saya lakukan karena terpaksa demi keperluan keluarga saya dan saya berjanji tidak akan mengulangi lagi,” ucapnya.

Sementara itu, Kapolres Ketapang melalui Kasat Reskrim AKP Primastya menjelaskan, terungkapnya kasus rekayasa tersebut setelah pihaknya melakukan penyelidikan dengan memeriksa rekaman CCTV di lokasi sekitar kejadian.

“Saat kita lakukan olah TKP dengan memeriksa CCTV di yang ada di sekitar lokasi kejadian, kita melihat tidak adanya korban di lokasi TKP sesuai yang di ceritakan oleh korban serta tidak ada satupun saksi yang melihat kejadian,” ungkap Primas.

Terkait kasus tersebut Primas mengatakan pihaknya telah menutup kasus tersebut dan telah memaafkan pelaku dengan catatan pelaku tersebut tidak akan mengulangi perbuatannya lagi.

“Kasus ini sudah kita tutup, mengingat pelaku sudah membuat pernyataan dan meminta maaf kepada masyarakat dan tidak adanya laporan pihak yang dirugikan. Selain itu mengingat pelaku merupakan tulang punggung keluarga,” tukasnya.

(wan)

Happy
Happy
28 %
Sad
Sad
8 %
Excited
Excited
5 %
Sleepy
Sleepy
9 %
Angry
Angry
40 %
Surprise
Surprise
11 %
(Visited 3.766 times, 1 visits today)

Pos terkait