PT CMI Tegaskan Tempuh Jalur Hukum Terkait Pemortalan Jalan Houling Oleh PT PBI

Aksi pemortalan jalan houling milik PT CMI yang dilakukan oleh PT PBI. Foto : istimewa

Delikcom.com, Ketapang – Aksi pemortalan di jalan Houling milik PT Cita Mineral Investindo, Tbk (CMI) yang dilakukan oleh pihak PT Putra Berlian Indah (PBI) pada Selasa (1/2/2022). Aksi pemortalan yang dilakukan merupakan suatu upaya pihak PT. Putra Berlian Indah untuk mengklarifikasikan terkait aktivitas yang dilakukan oleh PT. Cita Mineral Investindo Tbk (CMI) yang beroperasi di wilayah izin konsesi milik PBI seluas 6.941.33 Ha.

Legal Manager PT CMI, Julian Situmorang menjelaskan bahwa apa yang sudah diterbitkan di beberapa media online dinilai tidak berimbang, dan/atau tanpa melakukan klarifikasi terlebih dahulu kepada PT. Cita Mineral Investindo, Tbk (“CMI”).

Bacaan Lainnya

” Kami belum dapat menjawab surat sebanyak 4 (empat) kali, yang mana surat terakhir diterbitkan pada tanggal 31 Januari 2022 dan disusul dengan tindakan pemortalan jalan hauling milik PT. CMI, Tbk pada keesokan harinya tanggal 1 Februari 2022, dikarenakan pada surat-suratnya PT. Putra Berlian Indah (“PBI”) dilampirkan Nomor Induk Berusaha (NIB) dan Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (“PKKPR”) yang perlu dimintakan klarifikasi dan arahan dari instansi terkait, dalam hal ini BKPM, Kementerian ESDM, Kementerian ATR/BPN, termasuk instansi terkait lainnya di tingkat Provinsi Kalimantan Barat dan tingkat Kabupaten Ketapang,” jelas Julian Situmorang, Kamis (4/2/2022).

Menurut Julian, Hal ini dimaksudkan agar pihaknya memperoleh kejelasan bahwa sebatas mana PT. PBI dapat melakukan kegiatan operasional di lapangan yang mana berdasarkan dokumen PKKPR masih harus menjalani beberapa proses pengurusan perizinan lanjutan.

” Pada prinsipnya PT. CMI, Tbk mendahulukan kehati-hatian terkait status kepastian hukum dari perizinan yang dimiliki PT. PBI. Tindakan pemortalan jalan hauling milik PT. CMI, Tbk yang dilakukan oleh PT. PBI menurut pendapat kami jelas sebagai tindakan merintangi dan/atau mengganggu kegiatan Usaha Pertambangan dari PT. CMI, Tbk selaku pemegang IUP yang sah, maka dari itu perusahaan meminta perlindungan hukum kepada aparat penegak hukum (Kepolisian Republik Indonesia). Sehingga proses penanganan dan penyelesaian permasalahan tindakan gangguan terhadap kegiatan operasional perusahaan ada pada jalur hukum yang benar. Bahwa pada prinsipnya PT. CMI, Tbk mendahulukan penegakan hukum dalam hal terjadi tindakan yang mengganggu kegiatan operasional penambangan,” tambahnya.

Julian menegaskan, PT CMI menolak dengan tegas penggunaan istilah mengamankan dan/atau menertibkan yang disebut oleh Direktur Utama PT. PBI dikarenakan yang berwenang melakukan pengamanan maupun penertiban adalah instansi pemerintah terkait.

” Kami juga menolak dengan tegas pemberitaan yang menyebut “ada kesan PT. PBI dibenturkan dengan aparat dari Polsek Marau yang seharusnya netral namun cenderung ada keberpihakan”, dikarenakan pemberitaan oleh media sejatinya harus berimbang dan tidak mengedepankan asumsi,” ungkapnya.

Sebelumnya diberitakan, Aksi pemortalan di jalan Houling milik PT Cita Mineral Investindo, Tbk (CMI) yang dilakukan oleh pihak PT Putra Berlian Indah (PBI) pada Selasa (1/2/2022). Aksi pemortalan yang dilakukan merupakan suatu upaya pihak PT. Putra Berlian Indah untuk mengklarifikasikan terkait aktivitas yang dilakukan oleh PT. Cita Mineral Investindo Tbk (CMI) yang beroperasi di wilayah izin konsesi milik PBI seluas 6.941.33 Ha.

Aksi portal jalan merupakan suatu upaya pihak PT. Putra Berlian Indah untuk mengklarifikasikan terkait aktivitas yang dilakukan oleh PT. Cita Mineral Investindo Tbk (CMI) yang beroperasi di wilayah izin konsesi milik PBI seluas 6.941.33 Ha.

Direktur Utama PT. Putra Berlian Indah Ahmad Upin Ramadan mengatakan, bahwa lahan PT BPI seluas 3 Hektare telah digarap oleh PT CMI. Lahan tersebut digarap oleh PT CMI kurang lebih sudah 15 tahun terakhir ini. Luasnya lahannya 6.941.33 Ha adalah lahan yang dimiliki PBI seusai titik koordinat yang diberikan oleh kementrian.

“Terkait kegiatan kami pada hari senin,1 februari 2022 hanya ingin mengamankan wilayah kerja ataupun ijin yang kami miliki sesuai dengan titik kordinat yang di berikan oleh kementrian kepada kami, sebelumnya kami pihak dari PT. Putra Berlian Indah sendiri sudah menyurati Pihak CMI sebanyak 4 kali tetapi sampai dengan tanggal 31 januari 2022 kami belum mendapatkan konfirmasi baik secara lisan maupun secara tertulis dari pihak PT. Cita Meneral Investindo Tbk. Karna itu kami dari managemen PT. Putra Berlian Indah melakukan langkah langkah sebagai berikut:
1.Melakukan Penertiban di wilayah izin konsesi PT. Putra Berlian Indah
2. Menempatkan Anggota security kami untuk menempati pos-pos Security yang sudah kami bangun sebelumnya,sesuai titik dalam areal Perizinan konsesi kami oleh karena itu kami meminta kepada jajaran untuk melakukan langkah penertiban wilayah, sehingga sewaktu-waktu kami bisa mempertanggung jawabkan hal tersebut kepada pemerintah karena sudah sesuai dengan titik kordinat yang di berikan kementrian terkait, pemerintah daerah ataupun pusat,” katanya (01/02/22).

Ahmad Upin Ramadan menjelaskan jika data tersebut diberikan sesusai dengan titik koordinat dari kementrian itu sendiri,maka dari itu dirinya meminta agar pihak CMI dapat segera menyelesaikan permasalahan yang sedang terjadi pada saat ini.

“Luasan yang diberikan oleh kementerian itu sendiri menurut titik kordinat yakni 6.941.33 Ha , dan ini kami tidak mengurangi , dan tidak melebih lebihi karena sudah sesuai dengan titik koordinat yang diberikan oleh kementrian, dan ini lah yang perlu kami amankan,” jelasnya.

Ahmad Upin Ramadan mengatakan bahwa yang boleh menjawab pertanyaan ini adalah pemerintah terkait persoalan izin pihak CMI

“Yang jelas mereka melakukan aktivitas di Desa Karya Baru ini sudah dari 2006 hingga saat ini, jadi mereka hampir kurang lebih 15 tahunan sudah menjalankan operasional kerja di wilayah Desa Karya Baru, kami tidak menyatakan bahwa pihak CMI itu tidak memiliki ijin,” tuturnya.

Sementara itu Direktur Operasional Sahat Fidelis Simbolon mengatakan jika aksi ini dilakukan guna mengklarifikasikan terkait perizinan yang dimiliki oleh PT. Putra Berlian Indah (PBI).

“Hari ini kami melakukan kegiatan ini untuk klarifikasi terkait perizinan kami yang dikeluarkan oleh kementerian, kita akan melakukan aksi penutupan sementara ini sampai persoalan PBI dengan Pihak CMI mendapatkan sulosi dengan cara berkoordinasi dengan baik, terkait mana titik” yang masuk dalam izin konsesi CMI dan mana yang masuk dalam ijin konsesi PBI,” tuturnya.

Dirinya berharap agar kedepannya masalah ini cepat terselesaikan oleh pihak-pihak terkait.

“Kami ini kan bertujuan baik sebenarnya dan sampai hari ini kami masih membuka ruang untuk berdiskusi dengan pihak CMI sendiri, dan kami dari PT. Putra Berlian Indah juga selaku Putra Daerah, kami hanya ingin bekerja di tanah kami sendiri karena kami memiliki izin yang resmi dari kementerian dan kami berharap agar masalah ini cepat terselesaikan,” pungkasnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan, Pada saat aksi penertiban itu juga Kapolsek Marau (Iptu Agung suwito, S.AP) meminta kepada marchristian juvemery selaku general manager PT PBI agar penertiban dan pembatasan akses kendaraan yg melintas di areal perizinan PT PBI Segera dihentikan. Jika tidak, maka pihaknya (kepolisian) akan melakukan tindakan tegas dan upaya hukum. Tak hanya itu, besi, tiang portal,dan kelengkapan aksi penertiban lainnya yang terpasang di depan pos penjagaan security milik PT PBI juga di amankan oleh kepolisian menggunakan mobil milik PT CMI.

“Ini kesannya, PT.PBI di benturkan dengan Aparat dari Polsek Marau yang seharusnya netral namun Cendrung di duga ada keberpihakan,”tuturnya.

(wan)

(Visited 733 times, 1 visits today)

Pos terkait