Muliadi Terpilih Sebagai Ketua DAD Kecamatan Jelai Hulu

Pasca pemilihan Ketua DAD Kecamatan Jelai Hulu Kabupaten Ketapang. (Aloi)

Jelai Hulu – Muliadi terpilih sebagai Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Kecamatan Jelai Hulu. Ia terpilih melalui Musyawarah Adat (MusDat) V DAD Kecamatan Jelai Hulu di Gedung UDKP Kecamatan Jelai Hulu, Kabupaten Ketapang, Rabu 16 Maret 2022.

Salah satu anggota panitia pemilihan, Filipus Bimbi saat dikonfirmasi menjelaskan bahwa pelaksanaan pemilihan berjalan dengan lancar sesuai agenda.

Bacaan Lainnya

” Terdapat 3 Calon dalam Pemilihan Ketua DAD Kec Jelai Hulu yaitu, Tedi Limbo, Muliadi dan Madi. Setelah para calon diberikan kesempatan berbicara dalam forum musyawarah Tedi Limbo menarik diri dan menyatakan untuk mundur dari calon DAD Kecamatan Jelai Hulu. Itu merupakan keputusan beliau kita tidak bisa mengintervensi karna ini merupakan keputusan beliau dan hak beliau sendiri,” jelas Filipus Bimbi.

Setelah melalui Musyawarah Mufakat dengan semua unsur forum rapat Muliadi dinyatakan menang dan Sah menjadi Ketua DAD Kecamatan Jelai Hulu.

Sementara itu ketika ditemui dikediamannya, Muliadi mengucapkan terimakasih kepada jajaran panitia dan pihak terkait atas kerjasamanya sehingga pelaksanaan pemilihan ketua DAD berjalan lancar.

” Pemilihan berjalan lancar dan demokratis, Terima kasih kepada semua pihak atas kepercayaan yang diberikan kepada saya untuk memimpin DAD Kecamatan Jelai Hulu,” tuturnya.

Dirinya berharap, DAD Kecamatan Jelai Hulu harus kuat dan berintegritas, Senantiasa hadir bersama masyarakat yang membutuhkan pendampingan.

” DAD Kecamatan Jelai Hulu siap membangun komunikasi aktif dengan lembaga pemerintah dan Investor untuk menjaga Nilai-nilai hukum adat dan kebudayaan,” tegasnya.

Terpilih sebagai ketua DAD, Muliadi berkomitmen terhadap pelestarian adat budaya serta bagaimana cara menyikapi persoalan terkait konflik masyarakat adat dengan para investor di Kecamatan Jelai Hulu.

” Kita semua ( seluruh perangkat DAD ) harus terlibat langsung dalam Moment pelaksanaan Adat dan Budaya khususnya di lingkungan Masyarakat adat di Jelai Hulu, selanjutnya meletakkan adat dan budaya sebagai dasar dan pijakan kita dalam berperilaku. Berani menegakkan Hukum Adat dalam penyelesaian berbagai persoalan yang berkenaan dengan pelanggaran yang dapat di delikan pada adat yang ada. Mempromosikan dan mempublikasikan Adat dan Budaya Jalai. Selanjutnya kita akan terus bekerjasama dengan para Demung Adat, pemerintah desa dan berbagai stakeholder yang memiliki keprihatinan yang sama.” ungkapnya.

” Terkait dengan konflik sosial antara masyarakat adat dan investor, kita harus berani mendelik kan perkaranya pada ketentuan adat yang benar, tanpa perbedaan baik masyarakat maupun investor karena hukum harus berpijak pada keadilan. Sehingga edukasi moral dapat terjadi secara menyeluruh kepada pihak manapun,”
Pungkasnya.

(Aloisius, SE)

(Visited 213 times, 1 visits today)

Pos terkait