Pernyataan Tegas Ketua DAD Kecamatan Jelai Hulu Terkait Kasus pencurian Buah kelapa Sawit

Ketua DAD Kecamatan Jelai Hulu, Muliadi. (ist)

Delikcom.com, Jelai Hulu – Dalam beberapa bulan terkahir ditemukan terminologi baru yang diplesetkan, “COD : Cari Ongkos Dapur” dengan Pasword ” Milik Bersama” kabarnya ke dua istilah di atas sebuah kode yang di gunakan untuk sebuah modus Kejahatan dalam pencurian buah kelapa sawit. Semoga hal yang demikian tidak berlanjut secara terus menerus yang pada akhirnya akan menyandra diri sendiri dalam sebuah akibat yang sangat buruk.

Bagaimana respon serta komitemen Dewan Adat Dayak Kec Jelai Hulu Menyikapi hal tersebut ?

Bacaan Lainnya

Saat di sambangi di kediamannya Muliadi selaku Ketua Dewan Adat Dayak Kecamatan Jelai Hulu menyampaikan bahwa pencurian dalam bentuk apapun adalah sebuah unsur perbuatan kejahatan dan melangar norma adat , untuk itu siapapun yang melakukan harus ditindak secara hukum adat.

” DAD yang diberi tugas untuk menegakan otoritas dan kewibawaan Hukum adat harus memberikan hukuman adat sesuai dengan delik hukum adat. Untuk memutus perkara itu menjadi kewenangan Damung adat. DAD di dalam setiap perkara hanya memediasi dan memberikan masukan berdasarkan hukum adat yang berlaku,” ujar Muliadi, Kamis (31/3/2022).

Muliadi melanjutkan, Sembari memberikan edukasi kepada pelaku. Dengan alasan itulah tidak boleh melihat hukum adat dari sanksi Materialnya. Tapi harus dilihat dari sanksi moralnya.

” Kecuali ada pengulangan perbuatan yang sama sampai yang ketiga kalinya kita akan menyerahkannya kepada aparat penegak hukum. Perbuatan yang berulang pada kedua kalinya kita akan mendenda hukumnya dengan lipat dua seperti yang sudah saya jelaskan sebelumnya. Sebagai peribadi dan kelembagaan kita selalu berkomitmen untuk mengedepankan musyawarah mufakat sebelum menempuh jalur hukum. Saya misalnya menawarkan bagaimana justru edukasi kegiatan penyadaran kemasyarakatan justru ini menjadi hal yang utama yang harus dilakukan. Ketimbang memperlihatkan pendekatan kekuasaan dengan menenteng senjata. Karna justru itu yg akan menimbulkan tekanan psikis dan pada akhirnya terjadi pemberontakan,” ungkapnya.

Ditegaskannya, Jangan melakukan tindakan pencurian dan perbuatan anarkis hanya untuk membenarkan soal ketidak Adilan karena hak hak masyarakat belum terpenuhi. Pada masa yang akan datang Kedepankan musyawarah mufakat dan sampaikan keberatan.

” Kalau pihak investor tidak mengindahkan, bersatu kumpulkan bukti buat laporan Kepolisian. Supaya baik Perusahaan, Koperasi atau pihak manapun di periksa. Semua orang kan berkedudukan sama di depan hukum. Jadi nggak ada yang kebal,” imbuhnya.

Perinsip Pelaksanaan Hukum adat itu harus adil dan mengikat. Adil di dalam pemberlakuannya artinya berlaku pada siapapun yang melanggar. Dan adil dalam keputusannya. Artinya keputusannya harus di dasarkan sesuai dengan hukum adat yang berlaku.

” Jangan atas dasar kepentingan atau kebencian memutus hukum menyimpang dari hukum yang seharusnya, hal ini tidak boleh terjadi,” Pungkasnya.

(Alosius.H, SP)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
13 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
88 %
(Visited 438 times, 1 visits today)

Pos terkait