Tas Belanja Ecoprint sebagai Media Kampanye Pelestarian Lingkungan

Kegiatan sosialisasi dan edukasi ECO Print terhadap Pengurangan penggunaan kantong plastik pada anak SDS Bumitama. (ist)

Delikcom.com, Kendawangan – SD Swasta Bumitama Metro Kendawangan, sekolah Adiwiyata tingakat Provinsi Kalbar di PT GKG BGA Group wilayah VI, Desa Banjar Sari, Kecamatan Kendawangan, Kabupaten Ketapang. Guna mendorong tercapainya program Sekolah Adiwiyata tingkat nasional, Sekolah Dasar Swasta (SDS) Bumitama Metro Kendawangan mengkampanyekan penggunaan tas belanja ecoprint.

Tas belanja ecoprint merupakan sejenis tas yang berbentuk persegi yang penggunaanya dijinjing, kebanyakan orang memakai tas belanja ecoprint karena cukup praktis dibawa kemana-mana dan bisa digunakan berulang-ulang ketika ingin berbelanja. Dari bentuknya yang simpel dan kokoh membuat banyak orang tertarik menggunakannya.

Pembuatan tas belanja Ecoprint ini dilakukan siswa SDS Bumitama Metro Kendawangan yang terdiri dari siswa kelas 5B.

Satu diantara guru pembimbing siswa, Yesi Sembiring mengatakan kalau kegiatan ini sangat bermanfaat bagi siswa, karena selain mengajarkan anak untuk ikut menjaga lingkungan, ecoprint juga sebagai sarana dalam mengembangkan kreatifitas, ide dan gagasan anak serta melatih anak untuk berimajinasi membuat motif ecoprint.

Selain membuat tas belanja ecoprint SDS Bumitama Metro Kendawangan juga mengkampanyekan penggunaan tas belanja ecoprint di lingkungan sekitar sekolah khusunya ketika belanja di minimarket PT GKG BGA Group wilayah VI Kendawangan.

” Kegiatan ini bertujuan selain sebagai wujud implementasi SDS Bumitama Metro Kendawangan sebagai sekolah yang menuju Adiwiyata tingkat Nasioal juga untuk mengkampanyekan pengurangan sampah plastik sekitar perumahaan dan sekolah. “ Ujar M. Arjuna Kepala sekolah SDS Bumitama Metro, Rabu (6/4/2022).

Koordinator sekolah wilayah IV, Selvianus Awik menambahkan “Pada intinya kegiatan ini sebagai Prinsip 3 R ( Reduce, Recycle dan Reuse) yaitu mengurangi sampah plastik . Warga sekolah dan masyarakat diharapkan menggunakan tas belanja ketika ingin berbelanja. Sehingga setiap orang sadar dengan bahaya plastik yang digunakanya,” tutur Selvianus Awik.

Berdasarkan Data, sampah plastik di Indonesia sendiri mendapatkan angka yang cukup tinggi dan sangat memprihatinkan. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), sampah plastik di Indonesia mencapai 64 juta ton per tahun. Sebanyak 3,2 juta ton di antaranya merupakan sampah plastik yang dibuang ke laut. Sementara itu, kantong plastik yang terbuang ke lingkungan sebanyak 10 miliar lembar per tahun atau sebanyak 85.000 ton kantong plastik.

CSR BGA wilayah VI, Syahroni mengatakan , “kegiatan ini menjadi bagian yang sangat penting dari sebuah kesadaran bersama sejak dini dalam penggunaan plastik. Sehingga ketergantungan atau konsumsi terhadap kantong plastik akan semakin berkurang, Hal ini juga bisa mengurangi permasalahan yang benar-benar bisa mengancam kelestarian lingkungan dari bahaya plastik”, ungkapnya.

(Fendi, S)

(Visited 379 times, 1 visits today)

Pos terkait