PT CMI Selalu Mengutamakan Penyelesaian Semua Permasalahan Secara Musyawarah Untuk Mufakat

PT CMI.

Delikcom.com, Ketapang – Persoalan belum dilakukannya proses tukar guling tanah ulayat adat antara masyarakat adat Desa Air Upas Kecamatan Air Upas Kabupaten Ketapang dengan PT Cita Mineral Investindo Tbk (CMI) sampai saat ini belum dilaksanakan yang menyebabkan munculnya tuntutan berupa denda adat terhadap perseroan.

Menanggapi berita sebelumnya tentang permasalahan tersebut, pihak PT CMI memberikan tanggapan melalui klarifikasi tertulis yang isinya bahwa mereka telah memiliki surat pernyataan yang ditanda tangani oleh oleh Kadus Air Durian, BPD Desa Air Upas, Tumenggung Air Durian, Kades Air Upas, Camat Air Upas, LSM FKMB dan Site Manager CMI tertanggal 10 November 2021 yang menyatakan bahwa tokoh masyarakat Dusun Air Durian dan sekaligus mewakili masyarakat Air Durian menyetujui bahwa lahan masyarakat Air Durian Seluas 2,2 Ha yang terletak di Area Kolam Tailing WP 13-14 (Lahan Bebas atas nama Layan) Dusun Air Durian Desa Air Upas Kabupaten Ketapang ditukar guling dengan Lahan Milik CMI dengan total seluas 4 Ha. Lahan 4 Ha tersebut setelah menjadi milik masyarakat Air Durian nantinya akan direklamasi dengan pohon sawit dan perawatan selama 3 tahun oleh CMI, serta pihak perusahaan juga akan membantu proses land clearing lahan seluas 3 Ha secara bertahap untuk tampat pembibitan sawit dan kolam irigasi.

Bacaan Lainnya

Selain itu, pihak PT CMI mengaku pada tahun 2019, Perseroan telah melakukan komunikasi dan musyawarah melalui mediasi yang melibatkan Kades Air Upas, Camat Air Upas, Kapospol Air Upas serta Danramil Mara dan pada Juli 2020, mediasi dilanjutkan penyelesaian masalah melalui Forum Komunikasi Masyarakat Bersatu (FKMB) Air Upas yang diketahui oleh Bapak Matius Amat untuk mencapai kesepakatan penyelesaian permasalahan melalui kegiatan beradat dan pembayaran segala kebutuhan prosesi adat.

“Bahwa perseroan (CMI-Red) pada prinsipnya selalu mengutamakan penyelesaian semua permasalahan secara musyawarah untuk mufakat,” jelasnya.

Saat ditanyakan mengenai detail persoalan, seperti apakah perusahaan telah melakukan pertemuan dengan masyarakat adat air durian atau hanya dengan pihak atau oknum yang mengaku sebagai perwakilan masyarakat adat, kemudian apakah tanah 2,2 hektar yang diklaim PT CMI sudah ditukar guling itu hanya milik perorangan atas nama Layan atau merupakan tanah ulayat adat seperti yang diklaim Mantan Ketua Adat Air Durian dan apakah benar statmen Kepala Desa Air Durian, Sembiring yang mengaku kalau tuntutan masyarakat adat muncul lantaran proses tukar guling masih dalam proses lantaran menunggu tanda tangan Camat Air Upas, namun sejumlah pertanyaan tersebut tidak dapat dijawab oleh pihak CMI dan CMI hanya mengaku memberikan konfirmasi sesuai klarifikasi yang ditulis oleh mereka.

“Konfirmasi kami sesuai surat klarifikasi saja,” ungkap perwakilan PT CMI Tbk, Vera Silviana.

(wan)

(Visited 323 times, 1 visits today)

Pos terkait