Melalui perjuangan selama 27 tahun akhirnya Rumah Adat Desa Banda Sari, Kec. Air Upas diresmikan

Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Barat Fraksi NasDem, Kho Susanti saat peresmian rumah adat Banda Sari kecamatan Air Upas.

Delikcom.com, Air Upas – Rumah Adat Dayak Desa Banda Sari Kecamatan Air Upas kabupaten Ketapang diresmikan, Minggu (22/5/2022). Pembangunan rumah adat Dayak Desa Banda Sari bersumber dari aspirasi bantuan tunai oleh anggota DPRD provinsi Kalimantan Barat Fraksi NasDem, Kho Susanti sebesar 200 juta rupiah ditambah sumbangan pihak ketiga sebesar 80 juta rupiah.

Hadir dalam acara peresmian rumah adat tersebut, Sekda Ketapang beserta rombongan, Camat Air Upas, Kades Banda Sari serta seluruh Kades di kecamatan Air Upas, DAD dari kecamatan Air Upas, Manis Mata, Singkup dan Marau, tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda dan para undangan lainnya. Selain itu turut hadir anggota DPRD Provinsi, Kho Susanti.

Bacaan Lainnya

Dalam kata sambutannya, Kho Susanti menyampaikan rasa bangga,bahagia dan memberikan apresiasi terhadap Bapak Kades Desa Banda Sarim Kec.Air Upas, karena dengan dana yang tidak maksimal itu, akhirnya pembangunan rumah adat bisa diselesaikan dengan waktu yang relatif pendek (sekitar 4 bulan ) , bangunannya indah dan kualitas bangunan yang sangat berkualitas.

” Bagi saya dengan adanya rumah adat di Desa Banda Sari ini tecermin dan merupakan simbol kerukunan antar etnis, apalagi di desa Banda Sari ini mayoritas penduduknya berasal dari NTT (sekitar 300 KK) sedangkan suku Dayak masih minoritas yang ada hanya sekitar 10 KK saja. Dengan adanya rumah adat ini semoga bisa dimanfaatkan secara maksimal oleh terutama masyarakat Desa Banda saru, demi terciptanya hubungan yang harmonis terutama masyarakat di desa ini dn sekitarnya,” kata Kho Susanti, Minggu (22/5/2022).

Kho Susanti menambahkan, perencanaan pembangunan rumah adat Desa Banda Sari ini dimulai ketika beliau reses pada bulan februari 2020 yang lalu dimana ada dua prioritas usulan dari masyarakat Banda Sari yaitu pengadaan Ambulance dan rumah adat. Namun akhirnya usulan Ambulance di cancel oleh pak kades dengan pertimbangan tertentu dan rumah adat tetap diusulkan.

” Saya pikir pembangunan rumah adat jika dengan hibah phisik senilai 200jt maka dapat dipastikan tidak akan maksimal hasilnya dan terbukti di kabupaten Ketapang ini banyak rumah adat yang tidak berfungsi karena pembangunannya tidak layak pakai walaupun telah berkali-kali menerima sumber dana baik dari aspirasi maupun dari dana lainnya. Maka berdasarkan hasil diskusi dengan Kades, kami memutuskan untuk bantuan tunai kas 200 juta rupiah agar pembangunan dari sumber 200 jt tsb hasilnya bisa berkualitas baik dan pembangunan hanya dengan 1 kali aspirasi bisa tuntas,” paparnya.

” Dalam kesempatan ini saya mengucapkan sekali lagim selamat atas peresmian rumah adat Desa Bandasari, dan semoga rumah adat ini dapat digunakan sebagai sarana penunjang untuk kegiatan adat, tempat bermusyawarah, tempat berkumpul dan hal-hal yang positif lainnya,” harapnya.

Dijelaskannya, pembangunan rumah adat ini merupakan aspirasi dari keluarga besar Flobamora yang sangat bijak dimana rumah adat NTT sendiri belum dibangun malah didahulukan rumah adat dayak. Dirinya berkomitmen kedepannya apabila dibutuhkan untuk pembangunan rumah adat NTT dirinya akan siap membantu.

” Untuk tahun 2023 nanti saya akan ada penyampaian aspirasi saya untuk peningkatan kualitas jalan senilai 200 Juta rupiah untuk jalan depan kantor Desa Air Upas dan bansos 100 juta rupiah untuk pembangunan gereja baru. Untuk tahun 2024 silakan usulkan lagi apa yang menjadi prioritas,” ungkapnya.

Kho Susanti menyampaikan permohonan maaf bahwa dirinya belum bisa memenuhi sebagian besar kebutuhan pembangunan di Desa Banda Sari.

Sementara itu Kades Banda Sari, Bruno Babo dalam pidatonya menyampaikan bahwa sudah 27 tahun perjuangan menyampaikan usulan belum pernah terealisasikan pembangunannya dan baru Kho Susanti dalam perjuangannya sehingga apa yang kami usulkan bisa terealisasi.

” Sudah lama kami mengusulkan pembangunan rumah adat ini dan selalu dimasukan dalam Musrenbangdes namun belum pernah terealisasi. Dan baru kali ini melalui aspirasinya ibuk Kho Susanti pembangunan rumah adat di Desa Banda Sari ini terwujudkan. Kami atas nama masyarakat Desa Banda Sari mengucapkan terimakasih dan apresiasi setinggi-tingginya atas perjuangan ibu Kho Susanti yang mendengarkan dan memperjuangkan suara permohonan kami yang berada didaerah pedalaman seperti ini,” pungkas Kades Banda Sari.

Peresmian rumah adat Dayak Desa Banda Sari diresmikan oleh Bupati Ketapang yang diwakili Sekretaris Daerah (Sekda) Ketapang, Alexander Wilyo, S. STP, M. Si ditandai dengan pemukulan gong dilanjutkan penandatanganan prasasti hingga pembukaan papan plang nama dan pengguntingan pita.

(wan)

Happy
Happy
50 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
50 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
(Visited 215 times, 1 visits today)

Pos terkait