Warga Desa Sukaramai Desak PT APIn Proses GRTT Dan Penetapan CPCL

Pertemuan warga Desa Sukaramai dengan pihak PT APIn di Kantor Desa Sukaramai.

Delikcom.com, Sukaramai – Warga Desa Sukaramai Kecamatan Manis Mata kabupaten Ketapang mendesak pihak PT Anugerah Palm Indonesia (API) untuk membagikan kaplingan kebun kelapa sawit milik warga yang sampai saat ini belum terealisasi sejak pembukaan PT API sampai take over pada tahun 2016 dari PT API kepada PT APIN (Sampoerna Group).

Untuk mempertanyakan permasalahan tersebut Kepala Desa Sukaramai, Muhlisin telah mengundang pihak perusahaan dan perwakilan warga Dusun Batu Arang dan sebagian Dusun Sukaramai wilayah ijin wilayah PT APIn untuk meminta kepastian kapan dilakukannya penetapan Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL), Kamis (2/6/2022) di kantor desa Sukaramai.

” Sebelumnya kami dari pihak pemerintahan desa sudah melayangkan surat kepada PT APIn pada 9 Mei 2022 yang inti surat tersebut meminta pihak perusahaan sesuai aturan yang berlaku agar merealisasikan kebun kemitraan kepada masyarakat Dusun Batu Arang Desa Sukaramai. Selain itu kami juga telah berkirim surat kepada Bupati Ketapang yang isinya meminta kepada Bupati Ketapang menegaskan kepada pihak PT APIn untuk melakukan proses Ganti Rugi Tanam Tumbuh (GRTT) di wilayah Desa Sukaramai,” kata Muhlisin, Jum’at (3/6/2022).

Kades menambahkan, dari hasil pertemuan dikantor Desa yang dihadiri oleh perwakilan management PT APIn masih belum ada keputusan dan pihak perusahaan minta akan dijadwalkan ulang pertemuan selanjutnya.

” Kami minta waktu pertemuan berikutnya dilksanakan dalam waktu secepatnya dan bisa dilksanakan dalan bulan Juni ini,” ungkap Muhlisin.

Sementara itu Kepala Dusun Batu Arang, Dodi Iskandar berharap dengan pertemuan perdana ini pihak terkait agar segera merealisasikan sesuai aturan yang berlaku.

” Sesuai aturan apabila tanam kebun kelapa sawit sudah 48 Bulan, maka sudah menjadi kewajiban pihak perusahaan memberikan kaplingan kepada masyarakat yaitu minimal 20% dari areal yang sudah tertanam. Dan sekarang sudah hampir 6 tahun belum juga ada kejelasannya. Intinya masyarakat minta di bagikan Kaplingan nya soalnya sudah melampaui batas waktu ketentuan sesuai aturan yang berlaku,” pungkasnya.

Pihak PT APIn, Ardansyah, S.Mn, M.Sos Regional Head Plantation Support Kalimantan ketika dihubungi menjelaskan bahwa ada beberapa faktor penyebab terjadinya keterlambatan penetapan calon petani.

” Pada prinsipnya PT Anugerah Palm Indonesia akan melaksanakan kemitraan dan terkait penetapan Calon petani tentu dari dari Pemerintah Desa yang mengusulkan warga secara bersama sama dengan pihak Perusahaan dan/atau Koperasi untuk mendata calon petani sesuai dengan Haknya. Disatu sisi terkendala di PT API terutama pembukaan lahan/ GRTT terkait belum ada kejelasan batas Desa antara Desa Sukaramai dan Desa Seguling, sehingga Pembukaan lahan jadi terhambat, dan juga terkendala lokasi sering terjadi genang air, sehingga untuk pengerjaan pembukaan lahan juga jadi terhambat” terang Ardansyah.

” Keterlambatan bukan karena ketersengajaan dari Perusahaan. Untuk pertemuan selanjutnya akan dikoordinasikan dengan Kepala Desa dulu kebetulan sekarang saya masih berada di di Jakarta,” ungkapnya.

(wan)

Happy
Happy
100 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
(Visited 187 times, 1 visits today)

Pos terkait