Asusila, Oknum Pendeta Serta Putranya Diamankan Polres Ketapang

Konferensi pers di halaman Mapolres Ketapang

Delikcom.com, Ketapang – Oknum Pendeta di kecamatan Jelai Hulu GAK (59) diamankan pihak Polres Ketapang lantaran telah melakukan tindak pidana asusila terhadap gadis dibawah umur.

Kapolres Ketapang, AKBB Yani Pernama melalui Kasat Reskrim, AKP M Yasin mengatakan, tindak pidana asusila terjadi di sebuah rumah milik KAR, warga Desa Deranuk, Kecamatan Jelai Hulu pada Jumat (15/07/2022) lalu.

Bacaan Lainnya

Dijelaskannya, Kejadian bermula saat pelaku GAK (59) bersama istrinya PBE (51) menumpang menginap di rumah pelapor KAR. Di hari kejadian, pelapor bersama istrinya pergi ke Desa sebelah untuk berkunjung ke rumah orang tuanya.

“Sehingga di rumah tersebut tinggal pelaku GAK, PBE dan anak pelapor, yakni MON (16) yang menjadi korban tindak asusila itu,” kata M Yasin, pada saat konferensi pers dihalaman Mapolres Ketapang, Senin (25/7/2022).

Saat istri pelaku PBE sedang keluar rumah beberapa waktu, kesempatan itu dimanfaatkan pelaku untuk melakukan perbuatan asusila kepada MON yang terjadi dalam kamar rumah pelapor.

“Perbuatan bejad GAK sempat kepergok oleh istrinya. Namun pelaku malah kabur dan sempat mendorong istrinya sampai terjatuh,” sambung Yasin.

Kasat menambahkan, Menurut pengakuan korban, sudah lebih dari satu kali mengalami tindak asusila dari pelaku. Ayah korban, KAR langsung melaporkan peristiwa ini ke Polsek Jelai yang ditindak lanjuti dengan melakukan upaya hukum.

“Usai ketahuan melakukan perbuatan asusila, pelaku sempat kabur selama dua hari. Pelaku berhasil ditangkap di Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Sekarang pelaku dan barang bukti ada di Polres Ketapang,” ungkapnya.

Tidak hanya sampai di situ, dalam aksi bejadnya, pelaku sempat melakukan persetubuhan tidak hanya di rimah MON, tetapi pernah di lingkungan sekitar gereja.

Selanjutnya, berdasarkan hasil pengembangan pemeriksaan, terdapat satu tersangka lain dalam tindakan asusila tersebut. Tersangka itu adalah anak pelaku GAK berinisial GD (22).

GD merupakan mantan kekasih MON. Dia ditangkap setelah MON diperiksa dan mengaku bahwa dirinya juga pernah disetubuhi oleh GD sebelum dengan GAK.

“Jadi ada dua tersangka. Mereka merupakan ayah dan anak. Ini diketahui berdasarkan hasil pengembangan pemeriksaan polisi,” ujar Yasin.

Atas perbuatan pelaku, tegas dia, dapat dijerat dengan Undang-Undang Nomor 35 tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

“Dengan sanksi pidana berupa pidana penjara paling singkat lima tahun dan paling lama 15 lima belas tahun, dan denda paling banyak Rp 5 miliar,” timpalnya.

Adapun tindakan terhadap korban MON, sedang ditangani unit PPA Polres Ketapang dan Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) serta Dinas Sosial untuk proses pemulihan.

Sementara pelaku GAK, saat diwawancara awak media membenarkan bahwa dirinya pernah menyetubuhi MON. Dia mengaku perbuatan layaknya suami istri itu dilakukan lebih dari 10 kali.

“Perbuatan itu saya lakukan lebih dari 10 kali. Itu dilakukan saling suka. Saya sudah berjanji akan menikahi dia (MON-red) setelah selesai sekolah nanti,” ucapnya.

Namun dibalik janji ingin menikahi, rasa penyesalan pun datang dari Pendeta yang baru tiga tahun bertugas ini. Ia mengaku jika perbuatannya salah dan merasa sangat menyesalinya.

“Saya menyesal. Jangan sampai kejadian seperti yang saya lakukan terjadi pada yang lain. Karena ini adalah perbuatan tidak baik. Saya juga mohon maaf kepada istri saya dan keluarga korban,” ucapnya.

Sedangkan tersangka GD, mengaku bahwa jika selama pacaran hanya satu kali menyetubuhi MON. Sekarang ia sudah menikah dengan kakak sepupu MON.

“Hanya satu kali. Saya baru tau kalau MON juga melakukan itu bersama bapak setelah saya sudah di sini (Polres-red),” cetusnya.

(Heriyansyah)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
100 %
(Visited 154 times, 1 visits today)

Pos terkait