Komisi 1 DPRD Ketapang Tegaskan Rumah Sakit Swasta Harus Menerima Rujukan Pasien DBD

Delikcom.com, Ketapang – Maraknya kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di kabupaten Ketapang Kalimantan Barat, Ketua Komisi I DPRD Ketapang bidang Pemerintahan Hukum dan Aparatur Pemerintah Daerah, Gusmani SE, SM segera melakukan rapat koordinasi.
” Rapat koordinasi dilaksanakan guna membahas tentang DBD, KLB yang mana di kabupaten Ketapang diperkirakan sudah masuk dalam kategori zona merah,” Kata Gusmani, Sabtu (12/8/2023).

Menurutnya, DPRD ketapang dan pemerintah segera melakukan langkah-langkah dan fokus pembahasan terhadap DBD menjadi status kejadian luar biasa (KLB), karena menurut data per tanggal 11 Agustus 2023 sudah tembus angka 210 kasus diantaranya Kecamatan Delta Pawan 73 kasus, Benua kayong 49 kasus, Matan Hilir Selatan 37 kasus dan Muara Pawan 15 kasus.
” Kami minta segera ditindaklanjuti oleh pemerintah kabupaten Ketapang, supaya angka kasus DBD segera turun, karena saya melihat langsung kejadian ini ketika kunjungan ke RS Agoes Djam yang mana mayoritas terkena DBD pada anak-anak,” tutur Gusmani.
Anggota DPRD dari fraksi Golongan Karya ini juga meminta agar Direktur RS Agoes Djam ketapang dapat monitor terus di perkembangannya, karena ruangan untuk pasien sudah penuh semua bahkan di tempatkan di luar teras.
” Kondisi seperti ini membuat kami sangat perihatin sekali dengan kejadian yang menimpa anak-anak pada kasus DBD ini,” ungkapnya.
Ditegaskannya, pemerintah kabupaten Ketapang segera menginstruksikan kepada Rumah Sakit swasta yang di ketapang dapat menerima rujukan pasien anak-anak dari puskesmas yang terkena DBD.
” Pemerintah kabupaten segera menginstruksikan kepada rumah sakit Swasta agar dapat menerima rujukan pasien yang terkena DBD. Karena salah satu orang tua pasien di RS Agoes Djam saya tanya pihak RS Swasta tidak mau menerima dan menolak pasien DBD, sehingga pasien menumpuk di RS Agoes Djam ketapang. Kami minta kepada pemerintah tegas masalah ini, supaya RS Swasta dapat menampung pasien DBD yang menyerang anak-anak. Fasilitas seperti Ambulance agar siaga ditempat ketika diperlukan” Pungkasnya.
(Wan)




