Delikcom.com, Kendawangan – Baru genap 40 hari pasca tenggelamnya TB Rita 103 yang menyisakan banyak kesedihan yang mendalam dari 14 ABK, 8 orang diantaranya dinyatakan selamat dan seorang diketemukan dalam keadaan meninggal dunia yang merupakan nakhoda dari Takeboat tersebut serta 5 orang ABK lainnya sampai saat ini masih belum diketemukan.

Kembali laut Kendawangan memakan korban dengan ditemukannya sebuah motor air nelayan yang tanpa awak motor ditemukan sekitar satu mil dari muara laut Kendawangan pada Kamis pagi (1/9/2022) sekitar pukul 07.00 Wib pagi oleh nelayan lain yang mau pulang dari melaut, diduga motor air yang hilang kendali dalam keadaan mesin hidup ditinggal pemiliknya itu menjadi curiga kenapa motor air bergerak sendiri tanpa pengemudinya, sontak nelayan yang melihat tersebut langsung menceritakan kesesama rekan nelayan dan melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwajib.

Mendapat laporan dari nelayan Tim SAR gabungan dari Basarnas, TNI AL, Pol Air Kendawangan dibantu Polsek dan Koramil Kendawangan juga masyarakat nelayan pada Jum’at (2/9/2022) dengan menggunakan kurang lebih 80 buah motor nelayan mengadakan pencarian dan penyisiran korban yang diduga terjatuh dari motor airnya.

Korban diketahui bernama Paulia Rahman (42 th) warga Parit Timur Desa Banjarsari itu pergi melaut seorang diri pada Rabu (31/8/2022) . Namun naas pada keesokan harinya rekan nelayan lainnya hanya menemukan motor air yang tak berpenghuni dalam keadaan mesin hidup.

Danlanal Ketapang Letkol Laut (P) Bambang Nugroho M.Tr. Opsla melalui Dan Pos AL Kendawangan Letda Laut (T) Imamul Arifin setelah mendapat laporan dari masyarakat nelayan pihaknya langsung berkoordinasi dengan Tim SAR untuk segera bergerak melakukan pencarian dan penyisiran di sekitar muara laut Kendawangan dimana titik awal ditemukannya motor air yang tak berawak tersebut, dugaan sementara awak motor air atau nelayan atas nama Man tersebut terjatuh dan tercebur ke laut, sementara motor air yang ditemukan sudah diamankan dan sekarang bersandar didermaga dekat Pos Polair Kendawangan,” pungkasnya.

Sampai berita ini diturunkan korban blm ditemukan dan Tim SAR gabungan masih dalam proses pencarian dan penyisiran

( Fendi’s )