NGABANG – delikcom.com Seorang seorang pria asal Landak, Kalimantan Barat, tertipu wanita panggilan yang ia pesan melalui aplikasi kencan online.
Niat mencari kenikmatan sesaat justru berujung rugi materi. Uang Rp700 ribu milik pria yang mengaku bernama Agus (nama samaran) lenyap tanpa jejak.
Baca juga:Kapal Motor KM Mekar Jaya Karam, Usai Disenggol Tongkang Bermuatan CPO di Perairan Kubu
Baca juga:Kejagung sita uang 11,8 triliun dalam kasus korupsi CPO minyak goreng
Baca juga:Plang Disegel, Malam Dicabut DLHK Riau Diduga Main Mata dengan Pks
Agus memesan wanita bernama Bunga (nama samaran) untuk berkencan di sebuah hotel di pusat Kota Ngabang, yang dikenal sebagai Kota Intan. Dalam percakapan di aplikasi hijau, keduanya sepakat melakukan hubungan dengan imbalan sejumlah uang.
Bunga meminta bayaran yang harus ditransfer lebih dulu. Agus pun menuruti permintaan itu dan mengirim uang dalam tiga tahap, total Rp700 ribu.
Namun setelah dana terkirim, Bunga menghilang. Tidak muncul di lokasi, tidak membalas pesan dengan jelas. Agus sempat marah dan mengirim pesan bernada kecewa.
Baca juga:Hinga kini PT ALM panen sawit di HL DLHk Ketapang kemana
Baca juga:Kejati Kalbar menetapkan 6 orang tersangka kasus korupsi proyek bendara rahadi Osman Ketapang
“Kk y yg menghilang. Cepat turun. Ngk mau tau aw,” tulis Agus.
Bunga sempat membalas, “Yaudh kak urus buat kebersihan kata pihak hotel dek soalnya wajib sudah ini sudah biaya 100k.”
Agus kembali membalas, “AW tanya sama org hotel tempat kk.”
Namun semua itu hanya percakapan kosong. Bunga tak pernah muncul, uang pun lenyap begitu saja. Bukan kenikmatan yang didapat, malah buntung yang datang.
Kejadian ini menjadi pelajaran penting bagi masyarakat agar lebih waspada terhadap modus penipuan bermodus jasa kencan online. Banyak kasus serupa yang merugikan secara finansial maupun moral.
Masyarakat sebaiknya tidak tergoda rayuan instan lewat aplikasi. Selain membuka pintu kejahatan, tindakan seperti ini berpotensi menimbulkan penyesalan. Lebih baik manfaatkan uang untuk hal positif dan bermanfaat daripada menghamburkan untuk perbuatan tak bermoral.
Waspada, jangan sampai jadi korban selanjutnya.












