New Normal Covid-19, Ekonomi Dan Kesehatan Harus Imbang

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Delikcom.com, SINTANG - Pencanangan tatanan hidup baru atau New Normal saat ini tengah dilakukan oleh Pemerintah Republik Indonesia selama pandemi Covid-19 atau virus Corona. Sebagai tahap awal menyongsong new normal, akan dilakukan pendisiplinan sesuai protokol kesehatan.

Bupati Sintang Jarot Winarno menyikapi penerapan New Normal dengan perlu kesadaran bersama jika kebijakan ini diterapkan. New Normal diperlukan terlebih kondisi ekonomi yang semakin memburuk.

Baca juga : Bupati Sintang Silaturrahmi Ke Pasien Terkonfirmasi Covid-19 Dengan Membawa Kue Lebaran

Menyikapi hal itu Bupati Sintang Jarot Winarno mengatakan penerapan new normal perlu kesadaran bersama karena jika kebijakan ini diterapkan. Di sisi ekonomi lanjut Jarot new normal diperlukan terlebih kondisi ekonomi yang semakin terpuruk.

"Saya kira demi memutus penularan Covid-19, tetapi disisi lain gerak ekonomi juga tidak boleh berhenti, karena ekonomi dan kesehatan ini seperti anak kembar yang tak bisa terpisahkan keduanya harus diurus, Sehingga ada protokol new normal yang disusun oleh Menko Perekonomian, kita tunggu penjelasannya seperti apa," ucapnya, Rabu (27/5) kemarin.

Pemerintah tak bisa memastikan kapan pandemi virus Corona alias Covid-19 berakhir. Pemerintah menilai kehidupan akan kembali normal apabila vaksin virus corona sudah ditemukan. Namun tidak menutup kemungkinan jika vaksin ditemukan virus Corona pun juga masih ada dan hidup berdampingan dengan masyarakat.

"Karena negara kita ini sangat terpuruk dengan kondisi ini dan jika misalnya kita melakukan pembatasan dalam jangka waktu yang panjang akan berdampak pada keseimbangan ekonomi, sehingga gerak ekonomi perlu jalan dan disisi lain protokol kesehatan tidak boleh dilemahkan," ulasnya.

Menurut dia, perlu waktu lama agar dapat kembali hidup normal seperti sebelum adanya pandemi corona. Kalaupun kembali hidup normal, masyarakat akan dihadapkan dengan gaya hidup baru yakni, menggunakan masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan.

Baca Juga:  Warga Segedong Kalbar Tolak Kehadiran KHDTK Untan Pontianak

"Sebelum ada vaksin kita belum bisa terbebas dari Covid-19. Karenanya kalau toh sudah mulai berkurang, kita akan dipengaruhi perilaku yang menurut kita semua tidak nyaman. Tetap pakai masker, masker akan jadi fashion , jaga jarak, cuci tangan, dan kegiatan luar rumah dilakukan kalau penting sekali," jelasnya.

Jarot menambahkan, dalam situsi new normal nanti ada dua sektor jadi unggulan di kabupaten tersebut. Digital, akan kembali online shoping, teleconferen mudah dan murah, komunikasi digital, sektor pertanian dan perkebunan.

"Dari pengalaman kita yang kurang tegas karena corona tetap saja produk pertanian. Pemerintah belum siap dengan distribusi pupuk, kalau lah memang transportasi dilonggarkan, selain orang kebutuhan mendesak, yang paling penting saprodi, sarana dan produksi pertanian. Orang bercocok tanam jaga jarak, sudah pasti ndak kena corona, karena berjemur, vitamin D dapat, imunitas dapat," tuturnya.

Untuk kabupaten sintang dikatakan Bupati menggantungkan diri ke 3 sektor pertanian yakni karet, sawit dan lada.

"Lada kita siapkan intefvensinya, kita ndak tahu prediksinya seperti apa. Tetapi karet sudah kita alokasikan di dana bantuan yang cepat cair itu untuk stimulus ekonomi. Apabila suatu saat karet tidak terbeli oleh pengepul, pemerintah harus turun tangan menegahinya, kalau perlu pemerintah intervensi," tegasnya.

Pemerintah ndak mampu beli seluruh karet rakyat, paling tidak kalau dikucurkan dana segar 800 juta misalnya, cepat berputar, bentuknya kalau sertakan koperasi, seluruh keuntungan koperasi pada anggota, ndak mungkin BUMDES belum semua siap.
Mungkin kita bikin balai lelang karet menangani antara penjual dan pembeli, penjualnya karet rakyat tidak terbeli, pembeli kita carikan, kalau belum dapat pembeli, pemerintah yang beli. Kan rakyat kasian kalau tidak terbeli.

Baca Juga:  Pemkab Ketapang Bangun Program Multibiller¬†¬†

"Sektor pertanian kita dorong, kadis pertanian, problem pertanian di Sintang ini satu saja, pupuk subsidi, tidak dapat lagi, kuota dikurangi, ngankut ke Pontianak susah.
Kalau perlu pemerintah daerah yang beli pupuk subsidi untuk bantu petani. Mulai lah masyarakat Sintang dengan sektor pertanian dan perkebunan, kalau punya kebun luas, maupun sedikit dikelola bahkan memanfaatkan lahan pekarangan rumah," harapnya. (sus/wan)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry