Ketapang, Kalbar – Kesabaran masyarakat tampaknya mulai habis. Front Perjuangan Rakyat Ketapang (FPRK) melontarkan desakan keras kepada aparat penegak hukum atas tak kunjung tuntasnya kasus teror dan maraknya peredaran narkoba di Kecamatan Air Upas, Kabupaten Ketapang.

Ketua FPRK, Isa Ansari, menilai kondisi ini bukan lagi sekadar gangguan keamanan biasa, melainkan sudah masuk kategori darurat yang mengancam keselamatan warga.

Baca juga:Polsek Manis Mata Amankan Satu Pelaku Narkoba, Sabu Seberat 2,29 Gram Turut Disita

Baca juga:Polsek Delta Pawan Bekuk Tiga Pria Pengedar Sabu, Delapan Paket Sabu Turut Diamankan

“Sudah satu tahun teror terjadi, rumah dibakar, warga ditembak, tapi pelaku belum juga tertangkap. Ini tidak bisa dibiarkan. Kami mendesak Polda Kalbar dan Mabes Polri segera turun tangan,” tegas Isa.

Menurutnya, lambannya penanganan justru memperparah ketakutan masyarakat. Warga kini hidup dalam tekanan psikologis, dihantui kemungkinan menjadi korban berikutnya dari aksi brutal pelaku misterius.

“Ini bukan hanya soal hukum, ini soal rasa aman masyarakat yang seakan hilang. Negara harus hadir, tidak boleh kalah dengan pelaku teror,” lanjutnya.

Baca juga:Tiga hari nikmati angin segar Apriadi yang kabur dari tahanan, berhasil di amankan lagi oleh Tim gabungan Kejati Kalbar

Baca juga:Penyidik Kejati Kalbar kembali memeriksa saksi-saksi perkara Bauksit dari Kementerian ESDM.

FPRK juga membuka persoalan lain yang dinilai tak kalah serius. Di wilayah Kecamatan Benua Kayong, sejumlah tempat yang berkedok warung diduga menjadi ruang bebas bagi pelajar bolos sekolah, bahkan disinyalir menjadi titik rawan aktivitas menyimpang seperti peredaran obat terlarang dan praktik prostitusi.

Ironisnya, upaya peneguran yang dilakukan guru dan orang tua siswa justru berujung intimidasi.

“Ada guru yang menegur malah diancam dengan parang. Orang tua juga mengalami hal yang sama. Ini sudah sangat keterlaluan,” ungkap Isa.

Baca juga:Kapolsek Sandai Laksanakan Sambang Tokoh Adat Dayak di Desa Sandai

Ia menambahkan, meski Satpol PP dan kepolisian disebut pernah melakukan penertiban, namun tidak memberikan efek jera. Pemilik tempat terkesan kebal hukum dan terus beroperasi tanpa hambatan.

Sebagai langkah konkret, FPRK bersama aliansi masyarakat memastikan akan segera mendatangi Polres Ketapang untuk melakukan audiensi. Tujuannya jelas: menuntut kepastian tindakan dan solusi nyata.

“Kami tidak mau hanya dengar janji. Dalam waktu dekat kami akan audiensi ke Polres Ketapang. Kami ingin kejelasan langkah, agar masyarakat benar-benar terlindungi dan daerah tetap kondusif,” tegasnya.

FPRK pun mengingatkan, jika persoalan ini terus dibiarkan tanpa tindakan tegas, bukan hanya keamanan yang terancam, tetapi juga kepercayaan publik terhadap aparat penegak hukum bisa runtuh.

**Deskripsi (SEO ≤150 karakter):**
FPRK ultimatum polisi soal teror Air Upas Ketapang, desak pelaku ditangkap, akan audiensi ke Polres.

**Tagar:**
#KetapangDarurat #AirUpas #FPRK #Teror #Narkoba #Kalbar #BeritaTegas #SuaraRakyat