Ketapang – Baliho bertuliskan SPBU Sungai Laur masuk masa pembinaan oleh Pertamina Patra Niaga viral dan memicu kekhawatiran warga. Pengelola mengalihkan pelayanan bahan bakar minyak (BBM) ke wilayah Simpang Dua dan Sandai selama proses tersebut berlangsung.

Kondisi ini memicu kekhawatiran warga Kecamatan Sandai, Kabupaten karena potensi lonjakan konsumsi dari dua wilayah sekaligus. Warga menilai kapasitas distribusi di SPBU Sandai belum mampu menanggung tambahan beban dari Kecamatan Sungai Laur.

Sumardi S.M, warga Kecamatan Sandai, menegaskan potensi kelangkaan BBM bersubsidi jenis solar dan pertalite jika Pertamina tidak menambah kuota. Ia menyebut kondisi layanan saat ini hanya cukup untuk kebutuhan lokal.

Baca juga:Dugaan Penyimpangan BBM Subsidi, Ruhermansyah Tegaskan Unsur Pidana Terpenuhi

“SPBU di Sandai hanya mampu melayani kebutuhan dua kecamatan dalam kondisi normal. Jika pasokan tidak bertambah, antrean panjang dan kelangkaan pasti terjadi,” ujar Sumardi.

Ia juga menyoroti kemungkinan warga Sungai Laur membeli BBM di Sandai selama masa pembinaan berlangsung. Situasi tersebut berpotensi mempercepat habisnya stok harian di SPBU setempat.

Baca juga:Dugaan Penyimpangan BBM Subsidi, Ruhermansyah Tegaskan Unsur Pidana Terpenuhi

Sumardi meminta Pertamina segera menyesuaikan distribusi dengan menambah kuota sesuai alokasi sebelumnya di Sungai Laur. Menurutnya, langkah tersebut penting untuk menjaga stabilitas pasokan dan mencegah gangguan aktivitas masyarakat di Sandai dan Hulu Sungai.